kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Protech Mitra Perkasa targetkan pertumbuhan penjualan 20% tahun ini


Rabu, 14 Februari 2018 / 18:03 WIB
ILUSTRASI. Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA)


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA) tahun ini lebih optimis. Perusahaan yang bergerak dalam bisnis perdagangan dan jasa, khususnya mekanikal dan teknik sipil elektro ini menargetkan pertumbuhan penjualan double digit.

Anton Santoso, Direktur Utama OASA menyampaikan bahwa tahun ini perusahaan akan mengandalkan dua sektor yakni listrik dan telekomunikasi. Hanya saja, dirinya mengatakan sejauh ini proyek listrik jauh lebih potensial.

"OASA dalam tahun ini kami targetkan pertumbuhan 20% dibanding tahun 2017," ujarnya kepada KONTAN, Minggu (11/2).

Sejak tahun lalu memang perusahaan lebih disibukkan dengan proyek-proyek mekanikal dan elektrikal untuk proyek listrik. Bahkan agar fokus menggarap proyek listrik, perusahaan malah mengurungkan niat untuk ikut tender sub kontraktor proyek Palapa Ring.

Namun bukan berarti perusahaan meninggalkan sektor telekomunikasi. Menurutnya, semua kembali pada proyek dan margin keuntungan yang didapatkan. Apalagi saat ini dengan mega proyek 35.000 MW potensi sektor listrik masih sangat besar.

"Lebih dominan di listrik saat ini, margin jauh lebih bagus," lanjutnya.

Berkaca pada rilis laporan keuangan terakhir perusahaan, pada kuartal III tahun lalu penjualan dan pendapatan jasa perusahaan mengalami peningkatan 36,18% dari Rp 12,22 miliar menjadi Rp 16,64 miliar. Dari jumlah tersebut, 87,31% di antaranya berasal dari pendapatan jasa dan konstruksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×