kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Proyek kilang butuh investasi hingga US$ 40 miliar, Pertamina cari mitra


Senin, 14 Desember 2020 / 15:01 WIB
ILUSTRASI. Kilang minyak Pertamina


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina memastikan proyek pembangunan kilang baru dan upgrade kilang eksisting membutuhkan investasi sebesar US$ 40 miliar. Namun, nilai investasi ini akan digunakan hingga 2027 mendatang.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Ignatius Tallulembang mengatakan, demi memenuhi kebutuhan investasi tersebut pihaknya menerapkan strategi partner project financing serta skema bisnis Build Operate Transfer (BOT) dan Build Lease Transfer (BLT).

"Kami akan mendorong pihak lain partner atau swasta untuk turun berpartisipasi membangun sepenuhnya. Karena pembangunan kilang ini dapat kita selesaikan sesuai target yang ditetapkan," jelas dia dalam diskusi virtual, Senin (14/12).

Baca Juga: SKK Migas: 6 juta barel minyak bagian negara dari Blok Cepu akan diekspor

Ignatius mencontohkan, skema kerjasama juga telah dilakukan pada Kilang Tuban bersama Rosneft asal Rusia.

Selain itu, terdapat juga kerjasama kompleks industri petrokimia antara Pertamina dan CPC Taiwan di Kilang Balongan dengan investasi mencapai US$ 8 miliar.

Ignatius mengungkapkan, kebutuhan peningkatan kapasitas pengolahan dan kualitas produk kilang dibutuhkan mengingat saat ini produk yang dihasilkan masih berstandar Euro II.

"Kalau tidak ada peningkatan maka kilang kita tidak mampu menyediakan produk ramah lingkungan. Bisa juga berarti tidak bisa beroperasi di masa mendatang. Juga ada dampak multiplier," pungkas Ignatius.

Selanjutnya: Ini alasan Medco Energi (MEDC) enggan garap kilang BBM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×