kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Proyek WIKA di Myanmar dimulai akhir 2013


Jumat, 23 Agustus 2013 / 10:22 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi harga emas siang ini, Kamis (31/3/2022), produksi Antam dan UBS di Pegadaian./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/28/01/2022.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), Natal Argawan, mengatakan hingga kini eksekusi pembangunan pabrik beton di Myanmar belum bisa dimulai.

Menurutnya, meski nota kesepahaman (MoU) antara WIKA dengan United Mercury Group asal Myanmar telah ditandatangani sejak 18 Juli lalu, bukan berarti proyek itu tak menemui kendala. "MoU itu kan baru persetujuan kesamaan komitmen," kata Natal saat dihubungi KONTAN, Jumat, (23/8).

Hingga kini WIKA masih terus melakukan perundingan menyangkut persoalan teknis. "Misalnya berapa nanti share yang didapatkan WIKA dan United Mercury. Tetapi detailnya itu belum bisa kami publikasikan saat ini. Termasuk berapa omzet yang kami targetkan begitu pabrik ini beroperasi, juga belum bisa disebutkan," kata Natal.

Namun, Natal optimistis pada akhir tahun ini, pembangunan pabrik beton di Myanmar sudah mulai bisa dieksekusi secara fisik. "Setidaknya pada kuartal terakhir tahun ini (Oktober-Dember), saya kira sudah bisa dimulai," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×