Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) meluncurkan implementasi Sistem Resi Gudang (SRG) berbasis rel. Sistem tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas logistik komoditas nasional.
Sebagai bagian dari soft launching tersebut, PT KBI dan Bappebti meninjau dan menyerahkan persetujuan Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) komoditas kopi di Kawasan Stasiun Gedebage, Bandung.
Gudang SRG Gedebage merupakan aset milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dimanfaatkan melalui kerja sama dengan PT ASLI Logistik Indonesia, dengan pengelolaan oleh PT Sucofindo (Persero). Fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan sistem penyimpanan komoditas dengan moda transportasi kereta api untuk meningkatkan efisiensi distribusi.
Ke depan, gudang ini akan dikembangkan sebagai hub logistik yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar domestik maupun internasional. Integrasi Sistem Resi Gudang (SRG) dengan jaringan rel diharapkan dapat memperkuat rantai pasok, menekan biaya logistik, dan meningkatkan daya saing komoditas Indonesia.
Baca Juga: PTKBI Terus Mendorong Pemanfaatan Resi Gudang
Pada tahap awal, SRG Gedebage akan difokuskan untuk penyimpanan kopi Java Preanger, salah satu komoditas unggulan Jawa Barat yang telah memiliki pasar global.
Direktur Utama PT KBI, Budi Susanto, menyebut pengembangan SRG berbasis rel merupakan bentuk sinergi lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem perdagangan komoditas nasional.
“PT KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang berkomitmen terus mendorong integrasi SRG dalam rantai pasok logistik, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk PT KAI, PT Sucofindo, Bappebti, Bank BJB, dan PT ASLI Logistik Indonesia,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Besarnya potensi komoditas kopi tercermin dari aktivitas registrasi di PT KBI. Hingga Mei 2026, kopi mendominasi registrasi dalam sistem IsWare Next Gen dengan porsi 47% dari total komoditas. Capaian ini menunjukkan tingginya pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG) oleh pelaku usaha kopi, baik untuk pengelolaan stok maupun akses pembiayaan.
Baca Juga: Gudang SRG di Pidie Aceh Tampung 2.300 Ton Beras Bulog untuk Februari-Maret 2026
Untuk meningkatkan layanan, PT KBI terus memperkuat digitalisasi melalui pengembangan IsWare Next Gen. Sistem ini dirancang untuk mempercepat proses registrasi, meningkatkan akurasi verifikasi kualitas dan kuantitas komoditas, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas ekosistem SRG.
Upaya tersebut turut dipromosikan dalam ajang WIITEX 2026 bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang mempertemukan PT KBI dengan pelaku usaha dan buyer internasional dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Jerman, serta mendapat dukungan perwakilan diplomatik negara sahabat. Forum ini menjadi sarana untuk memperluas pemanfaatan SRG dalam meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.
Direktur Utama PT KBI, Budi Susanto, mengatakan capaian sepanjang 2025 menjadi pijakan untuk memperkuat ekosistem komoditas yang transparan, terintegrasi, dan berdaya saing global. Ke depan, PT KBI akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas kontribusi terhadap industri komoditas dan perekonomian nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













