Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan capaian prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp 3,7 triliun pada semester I-2026. Raihan ini setara dengan 62% dari target perusahaan sepanjang tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangannya, LPKR meraih pendapatan Rp 3,61 triliun, turun 12,16% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 4,11 triliun pada semester pertama tahun lalu.
Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp 385,43 miliar, melonjak 179,5% yoy dari Rp 137,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Menhub Tinjau Evakuasi KM Mutiara Sentosa II, Investigasi Kebakaran Segera Dimulai
Adapun EBITDA LPKR terpantau sebesar Rp 754 miliar, meningkat 20% dibandingkan Rp 627 miliar pada semester I-2025.
Direktur Utama LPKR John Riady menjelaskan, pada segmen real estate, prapenjualan yang mencapai Rp 3,70 triliun didorong oleh permintaan yang berkelanjutan terhadap hunian tapak di segmen rumah terjangkau dan menengah di berbagai wilayah.
Hunian tapak sendiri menyumbang 79% dari total prapenjualan, dinilai mencerminkan tingginya minat dari pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir (end-user).
John menjelaskan, pencapaian prapenjualan tersebut juga didukung oleh peluncuran Park Serpong Phase 7 & 8 pada semester I-2026.
"Proyek baru ini berhasil memenuhi permintaan pasar, baik dari segmen masyarakat umum maupun kelas menengah, sekaligus memperkuat posisi LPKR sebagai salah satu pengembang utama di pasar hunian tapak," jelas dia dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
Di dalam Lippo Karawaci (Holdco), penjualan rumah tinggal berkontribusi sebesar Rp 2,22 triliun, disusul penjualan unit komersial sebesar Rp 464 miliar, penjualan kavling tanah sebesar Rp30 miliar, kemudian penjualan lahan pemakaman di San Diego Hills tercatat Rp 65 miliar.
Adapun, momentum penjualan diperkuat melalui peluncuran produk baru di Park Serpong Phase 7 & 8 selama semester I-2026, di antaranya Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops.
Menurut John, produk-produk tersebut ditawarkan dengan harga yang terjangkau dan mendapat respons positif, terutama dari segmen pembeli rumah terjangkau.
Pada semester I-2026, ia memaparkan sebanyak 72% penjualan dibiayai melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang mencerminkan kuatnya permintaan dari pengguna akhir sekaligus strategi LPKR dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang terjangkau.
Sementara itu, segmen lifestyle LPKR membukukan pendapatan sebesar Rp 605 miliar pada semester I-2026, laba bruto sebesar Rp 490 miliar, dan EBITDA meningkat 11% menjadi Rp 236 miliar. Laba bersih tercatat sebesar Rp 131 miliar, meningkat dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp111 miliar.
Dari sisi operasional, rata-rata tarif kamar hotel relatif stabil di kisaran Rp 635 ribu dan tingkat okupansi hotel tercatat sebesar 54%.
Baca Juga: Antam (ANTM) Cetak Kinerja Operasional Ciamik di Semester I-2026, Ini Rinciannya
Lebih lanjut, jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan meningkat 1% secara tahunan menjadi rata-rata 11,2 juta pengunjung per bulan, mencerminkan berlanjutnya pemulihan aktivitas ritel.
"Ke depan, kami akan terus memprioritaskan eksekusi di seluruh proyek township, sembari tetap menerapkan pengelolaan modal dan operasional yang disiplin serta prudent," tandas John.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
