kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

PT Pupuk Indonesia ekspor ke Myanmar


Kamis, 01 Agustus 2013 / 09:25 WIB
PT Pupuk Indonesia ekspor ke Myanmar
ILUSTRASI. Foto aerial Patung Suro dan Boyo berdiri megah di Taman Suroboyo, Kenjeran, Surabaya, Selasa (28/5). Cuaca hari ini di Jawa dan Bali cerah berawan hingga hujan sedang, menurut prakiraan BMKG. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ.


Reporter: Maria Elga Ratri | Editor: Fitri Arifenie

JAKARTA. PT Pupuk Indonesia sedang menjajal pasar pupuk di Myanmar. Bekerja sama dengan Myanmar Agriculture Public Cooperation (MAPCO), perusahaan pupuk plat merah ini memasarkan produknya. "MAPCO ini yang membeli padi petani, mengkoordinasi petani-petani di sana dan memberi pupuk. Jadi semacam Bulognya Myanmar," kata Kushartono, Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia, kemarin.


Kerjasama ini sudah dilakukan sejak awal tahun lalu. Dari Maret sampai saat ini, jumlah pupuk yang dijual ke MAPCO mencapai 40.000 ton. Sampai saat ini, petani Myanmar masih menggunakan pupuk urea. Nah, untuk menarik minat para petani Myanmar menggunakan jenis pupuk lain, PT Pupuk Indonesia membuat demo plot alias sawah percontohan menggunakan berbagai macam metode penanaman berbeda.


Demo plot dilakukan di empat lokasi di Myanmar yakni Irawadi, Pyay Bago, East Dragon Yanggon, dan Nay Pyi Taw. "Masing-masing luasnya tak sampai satu hektare (ha), baru mulai tanam awal bulan ini. Jadi hasilnya baru tampak 3 bulan lagi, " terang Kushartono. Jika berhasil, Kushartono berharap bisa menjual pupuk jenis NPK dan organik.


Sementara, Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan berharap selain menjual pupuk, PT Pupuk Indonesia juga berinvestasi di lahan pertanian Myanmar. Potensi lahan pertanian di Myanmar lebih dari satu juta ha.


Pemerintah Myanmar sedang membuka peluang investasi di sektor pertanian. Makanya, Rusman berharap peluang ini akan ditangkap oleh PT Pupuk Indonesia. "Ini adalah peluang bagus bagi BUMN maupun swasta," katanya.


Secara teknologi pengolahan pertanian, Myanmar masih tertinggal dibanding Indonesia. Produktivitas tanaman padi rendah, yakni 3,5 ton gabah kering giling per ha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×