kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.520   20,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Puluhan miliar melayang bersama Batavia Air


Senin, 04 Februari 2013 / 19:57 WIB
ILUSTRASI. Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid1-19 di Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/9).


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Association of The Indonesian Tours & Travel Agents (ASITA) Chapter Jakarta mencatat, kerugian akibat pemberhentian operasi maskapai Batavia Air mencapai puluhan miliar rupiah. Kerugian itu berasal dari uang deposit yang diberikan oleh perusahaan agen travel anggota ASITA.

"Anggota ASITA di Jabodetabek ada 1.500 agen travel. Kerugiannya mencapai Rp 20 miliar," kata Hasiyanna Ashadi, Ketua ASITA Chapter Jakarta dalam jumpa pers di Wisma Nugra Santana, Jakarta, Senin (4/2).

Menurut Hasiyanna, nilai kerugian tersebut masih bisa bertambah, karena masih ada anggota yang belum melaporkan kerugiannya. Perlu diketahui, nilai deposit yang disertakan agen travel kepada Batavia Air itu beragam, mulai dari jutaan sampai dengan puluhan juta rupiah.

Deposit tersebut merupakan persyaratan bagi agen travel agar bisa menerbitkan tiket Batavia Air. Saat ini, ASITA belum bisa berbuat banyak, sebab Batavia Air sudah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga, Jakarta Pusat.

Saat ini, kata Hasiyanna, pihaknya akan berupaya mengadukan permasalah ini ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Kami sudah berkirim surat ke DPR. Kami ingin melakukan audiensi untuk mengadukan nasib kami," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×