kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45937,48   9,13   0.98%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Punya Anggaran hingga Rp 160 Miliar, Bisi International Fokus Bangun Pabrik Baru


Selasa, 23 Mei 2023 / 20:10 WIB
Punya Anggaran hingga Rp 160 Miliar, Bisi International Fokus Bangun Pabrik Baru
ILUSTRASI. Armada pemasaran?benih hortikultura jagung, sayuran dan buah?PT BISI International Tbk.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bisi International Tbk (BISI) menyampaikan tahun ini memiliki anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) senilai Rp 87 miliar.  

Selain itu, Direktur Utama BISI Agus Putra Wijaya menjelaskan lebih jauh bahwa pihaknya memiliki tambahan carry over capex sekitar senilai Rp 71 miliar dari anggaran tahun lalu. Dengan demikian, perseroan tahun ini bisa menggunakan capex senilai mencapai Rp 158 miliar hingga Rp 160 miliar tahun ini.

"Capex tersebut akan dialokasikan untuk project kami yakni membangun pabrik yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan," jelasnya pada paparan publik yang berlangsung hybrid, Selasa (23/5). 

Sebagai gambaran, proyek pembangunan pabrik di Makassar ini bergerak untuk memproduksi pupuk dalam segmen agrochemical perseroan. Estimasinya, proyek ini membutuhkan dana sekitar Rp 196 miliar dan saat ini baru memasuki proses 30% pembangunan.

Baca Juga: WIR Group (WIRG) Kantongi 5 Paten Internasional dan 6 Pending Paten

Pabrik ini juga diestimasi bisa memproduksi 15.000 ton pupuk per tahun. Lokasi pabrik ini juga menempati lokasi lahan 6,8 hektar dan diharapkan dapat menyuplai kebutuhan pupuk di kawasan timur Indonesia seperti Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan NTT. 

"Target ke depannya, dengan adanya pabrik baru tersebut kami tetapkan pertumbuhan produksi sebesar 20% hingga 25% per tahunnya. Untuk tahun ini, kami kejar produksi di kisaran angka 20.000 ton per tahun," sambungnya.

Agus menguraikan, pada kuartal I 2023 kinerja Perseroan tersedat karena musim yang tidak pas sehingga produksi benih jagung hibrida terkendala.

Penjualan BISI pada kuartal I 2023 tercatat di angka Rp 396,55 miliar, turun 35,92% dari Rp 618,88 miliar di periode yang sama tahun lalu. Laba bersih yang dapat diatribusikan pada entitas induk menurun 67,50% di angka Rp 50,12 miliar dari Rp 154,23 miliar.

Segmen agrochemical menempati penjualan 52% di nilai Rp 207,95 miliar diikuti oleh benih jagung senilai Rp 116,07 miliar atau sebesar 29%. Pupuk holtikultura menempati porsi kontribusi penjualan sebesar 18% di angka Rp 69,24 miliar. Lalu benih padi di angka Rp 1,09 miliar dan lainnya Rp 2,19 miliar. 

BISI juga getol melempar produk ke pasar ekspor seperti China, India, Thailand, Jepang, Filipina, Malaysia, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh, Timor Leste, Perancis. 

Tahun ini BISI optimistis target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih bisa tumbuh double digit. Strategi yang dilakukan adalah fokus menjalin kerja sama dan kemitraan baik dengan perusahaan ternak dan petani dalam merentalkan mesin. 

Baca Juga: Laba Medco Energi (MEDC) Turun 8,9% di Kuartal I-2023

"Kami tetap memiliki keyakinan yang tinggi bisa mengejar target produksi 20.000 ton tahun ini. Angka penanaman dan musim dari April hingga Mei serta target penanaman yang sudah diterapkan, akan bisa dihasilkan pada paruh kedua 2023," jelasnya.

Lebih lanjut, pada kuartal I 2023 jumlah aset BISI tercatat senilai 3,39 triliun, turun 0,58% dari Rp 3,41 triliun secara year to date. Lalu liabilitas turun 18,21% di angka Rp 294,60 miliar dan ekuitas turun 9,09% menjadi Rp 3,10 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×