Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi Jakarta dan berbagai kota lainnya kian memanas pasca aksi aparat melindas driver ojek online Affan Kurniawan, Kamis (28/8/2025) lalu. Di tengah kondisi tersebut, berbagai pusat belanja memilih tetap beroperasi.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja memastikan pusat-pusat perbelanjaan di berbagai kota bakal tetap berupaya untuk beroperasi. Namun, tetap ada berbagai penyesuaian menimbang situasi yang masih tak pasti.
Seiring operasional berbagai pusat belanja yang berjalan normal, Alphonzus bilang belum ada lonjakan belanja, terkhususnya untuk bahan pokok. “Masih relatif terkendali,” katanya kepada Kontan, Minggu (31/8/2025).
Ia turut mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir apalagi sampai melakukan panic buying. Pasalnya, seluruh unsur sektor usaha ritel terus berkomitmen untuk mengupayakan secara maksimal pemenuhan kebutuhan masyarakat, utamanya terkait kebutuhan pokok.
Pun menurut pantauan Kontan, masyarakat yang berbelanja di pusat perbelanjaan tak semata-mata karena khawatir situasi paska unjuk rasa beberapa hari terakhir. Petugas Lotte Mart Green Pramuka, Frans, menyebut kunjungan belanja masyarakat beberapa hari terakhir lebih didorong momentum gajian.
Baca Juga: Pola Berubah, Ini Strategi DFI Retail Nusantara (HERO) Hadapi Pelemahan Industri
“Keramaiannya seperti biasa saat (pekerja) gajian. Kan PNS juga baru pada gajian,” ujar Frans kepada Kontan, Minggu (31/8/2025).
Sejalan dengan itu, sejumlah warga juga mengaku tak melakukan panic buying paska aksi unjutk rasa saat ini. Misalnya Oti, warga Matraman, Jakarta Pusat, yang berbelanja di Lotte Mart Green Pramuka hari ini. Katanya, ia justru menghindari panic buying karena khawatir malah bisa mengganggu stok dan harga.
“Kalau begitu (panic buying) nanti harga jadi gimana-gimana, ekonomi makin gak stabil. Saya juga gak mau menyimpan bahan makanan lama-lama, nanti rusak,” kata Oti.
Hal serupa disampaikan Ahmad, warga Pramuka, Jakarta Pusat. Ia optimistis kerusuhan yang ada saat ini akan cepat berakhir, sehingga panic buying tidak perlu dilakukan. “Ini setting saja, sesudah (pemerintah) minta maaf masa masih rusuh? Ini nanti reda sendiri,” sebutnya.
Baca Juga: Lanskap Industri Ritel Modern Indonesia: Berkembang, Meski Tak Sedikit yang Tumbang
Oti dan Ahmad sama-sama mengaku masih beraktivitas seperti biasa walau dibayangi rasa was-was. Mereka berharap, kondisi dapat segera kembali kondusif sehingga masyarakat dapat belanja dan beraktivitas dengan rasa aman.
Pun, pengusaha pusat belanja berharap pemerintah dapat memberikan dukungan pengamanan yang nyata. “Agar pusat perbelanjaan dapat tetap terus beroperasional melayani kebutuhan masyarakat, terutama bahan pokok,” pungkas Alphonzus.
Baca Juga: Daya Beli Belum Pulih, Hipppindo Beberkan Tantangan di Industri Ritel
Selanjutnya: Prabowo: Kebebasan Berpendapat Harus Damai, DPR Lakukan Evaluasi Kebijakan
Menarik Dibaca: Ini KA Jarak Jauh yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara hingga 2 September
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News