kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   0,00   0,00%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Grab Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Ojol, Begini Tanggapannya


Selasa, 20 Mei 2025 / 14:41 WIB
Grab Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Ojol, Begini Tanggapannya
ILUSTRASI. Grab Indonesia merespons aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah pengemudi ojek online (ojol) pada 20 Mei 2025. REUTERS/Anshuman Daga


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grab Indonesia merespons aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah pengemudi ojek online (ojol) pada 20 Mei 2025. Dalam keterangannya, perusahaan menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak mitra untuk menyampaikan aspirasi, selama dilakukan secara tertib dan sesuai aturan.

Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, menyampaikan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan seperti biasa. Namun, Grab meminta pengertian dari pengguna apabila terjadi keterlambatan pengantaran di sekitar wilayah aksi, karena sistem akan secara otomatis mengalihkan order ke mitra lain jika ada pembatalan.

Menanggapi isu pemotongan komisi, Tirza menegaskan bahwa Grab tidak pernah mengambil komisi lebih dari 20% dari mitra ojol. Ketentuan tersebut telah sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. KP 1001 Tahun 2022.

Baca Juga: Respons Gojek, Grab, Maxin dan inDrive Terkait Potongan Aplikasi Ojek Onlie

Ia menjelaskan bahwa komisi tersebut digunakan untuk mendukung keberlangsungan ekosistem, seperti perlindungan asuransi, program peningkatan kapasitas mitra, serta pengembangan teknologi aplikasi yang manfaatnya dirasakan baik oleh mitra maupun konsumen.

“Grab percaya bahwa menjaga keseimbangan antara pendapatan mitra pengemudi, keterjangkauan bagi konsumen, dan keberlanjutan operasional platform adalah kunci untuk mendukung industri transportasi daring,” ujar Tirza kepada Kontan, Selasa (20/5).

Lebih lanjut, Grab menegaskan bahwa sejak awal mereka menggunakan pola kemitraan yang memberi fleksibilitas tinggi bagi mitra, baik dalam menentukan waktu kerja maupun pilihan platform.

Saat ini, sekitar 50% mitra pengemudi menjadikan Grab sebagai sumber pendapatan utama, dan sekitar 90% mitra merchant merupakan pelaku UMKM yang bergantung pada ekosistem Grab.

Baca Juga: Soal Isu Merger dengan GoTo dan Tuduhan Dominasi Asing, Grab Buka Suara

“Grab hadir sebagai bantalan sosial, terutama di masa sulit seperti sekarang, ketika banyak masyarakat terdampak PHK. Kami memberikan akses terhadap peluang pendapatan fleksibel,” lanjut Tirza.

Grab menyatakan tetap terbuka untuk berdialog dengan komunitas mitra maupun pemerintah guna meninjau kebijakan dan memastikan keberlanjutan ekosistem transportasi daring yang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh pihak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×