kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.427.000   7.000   0,49%
  • USD/IDR 16.160
  • IDX 7.321   96,85   1,34%
  • KOMPAS100 1.149   10,13   0,89%
  • LQ45 923   12,71   1,40%
  • ISSI 219   0,62   0,28%
  • IDX30 461   6,63   1,46%
  • IDXHIDIV20 555   8,24   1,51%
  • IDX80 129   1,33   1,04%
  • IDXV30 130   1,58   1,24%
  • IDXQ30 156   2,26   1,48%

Ramayana bidik penjualan Lebaran bakal naik


Sabtu, 26 Mei 2018 / 19:30 WIB
Ramayana bidik penjualan Lebaran bakal naik


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, sepanjang kuartal pertama tahun ini, menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang Januari sampai April 2018, peritel skala besar ini menorehkan kenaikan penjualan sebesar 2% dari tahun lalu.

Suryanto, Direktur PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk menyebut sampai April 2018 lalu penjualan perusahaan mencatat penjualan Rp 2,09 triliun. "Sampai April penjualan sudah naik 2% itu dari Rp 2,06 triliun di tahun 2017 menjadi Rp 2,09 triliun tahun ini," ujarnya, Jumat (25/5).

Emiten ritel dengan kode saham RALS di Bursa Efek Indonesia itu mengharapkan, dengan adanya momentum Ramadan dan Lebaran pada Mei dan Juni nanti bisa mendorong penjualan mencapai kisaran Rp 5,2 triliun.

Sedangkan dari sisi same store growth (SSG), perseroan ini mengincar pertumbuhan 1,1%, jumlah tersebut belum termasuk dari penjualan di gerai-gerai baru. Saat ini RALS mengoperasikan 119 gerai di seluruh Indonesia, dan baru saja menambah tiga gerai baru di semester satu tahun ini. "Kalau tiga toko baru, tidak besar kontribusinya paling hanya nol sekian persen. Penjualan dari toko baru yang kami targetkan Rp 150 miliar sampai akhir tahun nanti," sebut Suryanto.

Untuk menarik minat pembeli, Ramayana telah mengenalkan gerai Ramayana Prime di City Plaza Jatinegara dan Plasa Cibubur. Gerai tersebut mengusung konsep anyar yang baru mereka rilis ke publik pada akhir tahun lalu. Konsep baru dengan masuk pasar premium ini sebagai upaya peritel itu untuk beradaptasi dengan menyesuaikan pada keinginan pelanggan.

Pasar digital

Di sisi lain, RALS belum berencana mengembangkan platform digital sendiri untuk mendongkrak penjualan. Pertimbangannya, kini mereka sudah membuka official store di platform e-commerce yang ada. Apalagi dari data internal mereka, kontribusi penjualan via lapak daring terhadap pendapatan masih mini.

Memang Suryanto mengakui pada pekan kedua Ramadan, atau menjelang Lebaran ini tingkat kunjungan di lapak online mengalami peningkatan. Ia memprediksi akan ada lonjakan penjualan pada dua pekan terakhir puasa, terutama setelah para pegawai menerima dana tunjangan hari raya (THR).

Suryanto memproyeksikan pertumbuhan penjualan selama Ramadhan di Mei dan April tahun ini akan naik sebesar 7,3%. Angka ini naik lebih dari tiga kali lipat dari pertumbuhan selama Januari -April tahun lalu yang tercatat hanya 2%.

Atas dasar itu, RALS menargetkan pertumbuhan penjualan semester I-2018 sebesar 5,1% dari tahun lalu. Ada beberapa pendorong target ini, pertama ekonomi mulai puih; kedua ada guyuran dana gaji ketiga belas plus THR bagi pegawai negeri, anggota TNI, Polri maupun pensiunan.

Menurut Suryanto setiap tahun tren Lebaran memberikan kontribusi hampir 40% bagi penjualan tahunan.

Tren penjualan yang positif ini membuat pemegang saham Ramayana bersepakat membagikan deviden tahun lalu. Muhammad Iqbal, Komisaris RALS bilang, dividen yang dibagikan ke para pemegang saham mencapai Rp 268,92 miliar atau Rp 40 per saham Sebagai catatan tahun lalu RALS mencatatkan laba bersih Rp 406,58 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×