Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$353 juta pada 2026. Nilai ini meningkat sekitar 14% dibandingkan alokasi tahun 2025.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto mengatakan, dana investasi tersebut difokuskan untuk memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Menurut Arief, strategi perusahaan pada 2026 akan diarahkan pada pertumbuhan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Langkah tersebut ditempuh melalui penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi bisnis bernilai tambah secara selektif.
“Arah strategis PGN pada tahun 2026 difokuskan pada penguatan operasional, konsolidasi portofolio bisnis, serta ekspansi bisnis bernilai tambah secara selektif,” ujar Arief dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Pendapatan PGN (PGAS) Tumbuh 5% Jadi US$ 3,9 Miliar di 2025, Tapi Laba Turun 36%
Dari total capex tersebut, sekitar US$219 juta dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur transmisi dan distribusi gas, baik melalui jaringan pipa maupun skema beyond pipeline seperti Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).
Beberapa proyek prioritas antara lain peningkatan jumlah pelanggan (customer attachment), perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Sumatera dan Jawa, pembangunan pipa Tegal–Cilacap, perpanjangan pipa Sei Mangkei, serta pengembangan terminal regasifikasi di Jawa Timur.
PGN juga melanjutkan pengembangan bisnis rendah karbon sebagai sumber pertumbuhan baru, termasuk inisiatif biomethane.
Baca Juga: Revitalisasi Rampung, anak usaha PGN (PGN) Siapkan Operasional Tangki LNG Arun
Di sisi hulu, PGN menyiapkan capex sebesar US$134 juta untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan peningkatan lifting migas. Program utama mencakup pengeboran di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Ketapang, dan Fasken, perpanjangan kontrak kerja sama di WK Pangkah, serta survei dan pemrosesan seismik 3D.
Arief menambahkan, perusahaan juga memperkuat penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dengan target zero accident. PGN menargetkan penurunan emisi sebesar 35.000 ton CO2 ekuivalen sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan.
Baca Juga: PGN (PGAS) Siapkan Capex US$353 Juta 2026: Perkuat Segmen Midsteam dan Downstream
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













