kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rampung Mei lalu, pabrik ketiga Mark Dynamics telah beroperasi 50% dari kapasitas


Rabu, 21 Juli 2021 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Hand Former  - Sarung tangan karet PT Mark Dynamics Indonesia


Reporter: Dimas Andi | Editor: Tendi Mahadi

Larangan tersebut dinilai tidak berlaku bagi perdagangan internasional. “Produk MARK sendiri dibutuhkan oleh industri sarung tangan kesehatan yang dalam masa pandemi ini sangat tinggi permintaannya,” ungkap dia.

Sampai saat ini, mayoritas ekspor produk MARK ditujukan ke Malaysia yang notabene memiliki kontribusi penjualan di kisaran 50%--60%. Selain Malaysia, China juga menjadi negara tujuan ekspor MARK.

Ridwan menambahkan, MARK juga berupaya meningkatkan penjualannya di pasar domestik kendati kontribusinya baru sekitar 5% dari total penjualan perusahaan. Produk cetakan sarung tangan MARK umumnya dijual di wilayah Sumatera Utara, mengingat pabrik sarung tangan lokal sebagian besar berada di kawasan tersebut.

Sebagai informasi, kinerja MARK terbilang positif di tiga bulan pertama 2021. Penjualan MARK melesat 124,74% (yoy) menjadi Rp 217,57 miliar, sedangkan laba bersihnya tumbuh 196,83% (yoy) menjadi Rp 69,31 miliar. Hingga akhir tahun nanti, Manajemen MARK membidik jumlah penjualan sebanyak Rp 1,1 triliun.

Selanjutnya: Pelat Timah Nusantara (NIKL) raih penjualan US$ 90,62 juta di semester I-2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×