kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Realisasi impor gula mentah hanya 182.000 ton


Kamis, 03 Mei 2012 / 14:58 WIB
Realisasi impor gula mentah hanya 182.000 ton
ILUSTRASI. BUMN Pelindo III sedang buka lowongan kerja, simak persyaratannya ini. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.


Reporter: Dina Farisah | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Rencana pemerintah mengimpor bahan baku gula (raw sugar) sebesar 240.000 ton ternyata tak terealisasi seluruhnya. Pasalnya, hingga batas akhir impor per 30 April lalu, gula yang masuk ke dalam negeri hanya mencapai 182.000 ton.

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi menegaskan, kegiatan importasi setelah bulan April tidak diperkenankan lagi, karena sudah memasuki musim giling tebu.

Selanjutnya, distribusi dan kebutuhan gula di dalam negeri akan dipasok oleh gula domestik. “Kami tetap konsisten pada ketetapan awal, meskipun berapa daerah meminta pasokan gula tambahan. Bahkan sampai menulis resmi,” jelas Bayu, Kamis (3/5).

Ia bilang, beberapa daerah yang meminta tambahan pasokan gula itu adalah; Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Ambil contoh, Kalimantan Selatan meminta tambahan gula sebanyak 10.000 ton per bulan.

Selain permintaan harga, fenomena kenaikan harga juga terjadi di kawasan Indonesia Timur seperti Riau dan Pekanbaru. “Di daerah itu terjadi lonjakan harga yang cukup serius untuk gula,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×