kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Realisasi Penerimaan Pungutan Ekspor Sawit Tembus Rp 21 Triliun pada Semester I 2026


Senin, 27 Juli 2026 / 16:25 WIB
Realisasi Penerimaan Pungutan Ekspor Sawit Tembus Rp 21 Triliun pada Semester I 2026
ILUSTRASI. Pemerintah Aceh tetapkan harga TBS kelapa sawit (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatatkan kinerja positif pada paruh pertama tahun ini. Ini terlihat dari penerimaan Pungutan Ekspor (PE) komoditas kelapa sawit yang menunjukkan tren kenaikan.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman mengungkapkan, capaian penerimaan sektor ekspor sawit sepanjang enam bulan pertama alias semester I tahun 2026 berhasil melampaui perolehan periode yang sama pada tahun lalu.

"PE sampai semester I 2026 lebih tinggi dari PE periode yang sama tahun 2025. Penerimaan PE semester I 2026 sekitar Rp 21 triliun," ujarnya saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Volume Pengiriman J&T Express Lampaui 100 Juta Paket per Hari pada Kuartal II-2026

Di samping itu, Eddy menuturkan, penyerapan insentif program mandatori biodiesel juga terpantau mengalir lancar untuk menjaga kelancaran pasokan di pasar domestik. 

Penyaluran dana dukungan tersebut terus dikucurkan guna menopang akselerasi implementasi program pencampuran bahan bakar nabati B40 hingga B50 yang kini tengah gencar dipacu oleh pemerintah.

Eddy menjelaskan bahwa alokasi anggaran insentif untuk kebutuhan Public Service Obligation (PSO) hingga pertengahan tahun untuk mendukung program biodiesel tersebut tercatat telah terealisasi lebih dari separuh total pagu proyeksi tahun ini.

"Untuk tahun 2026, proyeksi insentif B40/B50 PSO kurang lebih sebesar Rp 32 triliun, sampai dengan bulan Juni sudah disalurkan sekitar Rp 17 triliun," terangnya.

Sementara itu, menanggapi wacana pengembangan bahan bakar nabati berbasis bioetanol untuk program E10 pada tahun 2027 mendatang, Eddy menegaskan mandat lembaganya masih berfokus pada biodiesel berbasis kelapa sawit.

"Dalam kaitannya dengan penyediaan dan penggunaan bahan bakar nabati, sampai dengan saat ini BPDP hanya ditugaskan untuk pemberian insentif pengembangan bahan bakar nabati dalam bentuk biodiesel dari sawit," tandasnya.

Baca Juga: PLN EPI Targetkan Pasokan Biomassa Co-firing Naik Jadi 4,07 Juta Ton pada 2027

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×