kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

PLN EPI Targetkan Pasokan Biomassa Co-firing Naik Jadi 4,07 Juta Ton pada 2027


Senin, 27 Juli 2026 / 15:40 WIB
PLN EPI Targetkan Pasokan Biomassa Co-firing Naik Jadi 4,07 Juta Ton pada 2027
ILUSTRASI. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mempercepat pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pendukung (co-firing) (Dok/PLN)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mempercepat pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pendukung (co-firing) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung transisi energi sekaligus menekan emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan nasional.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir mengungkapkan, sepanjang 2025 perusahaan telah memasok sekitar 2,35 juta ton biomassa. Pasokan tersebut berkontribusi terhadap penurunan emisi sekitar 2,72 juta ton CO₂e.

"Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 3,65 juta ton pada 2026 dan 4,07 juta ton pada 2027 untuk mendukung implementasi co-firing di 52 PLTU di berbagai wilayah Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).

Secara kumulatif selama periode 2023–2026, PLN EPI telah merealisasikan penyediaan biomassa sebesar 4,77 juta ton. Pasokan tersebut didominasi biomassa berbasis kayu, terutama sawdust yang menyumbang 54,6% dan woodchip sebesar 22,4%. Kedua jenis biomassa tersebut dinilai telah memenuhi spesifikasi bahan bakar yang dibutuhkan pembangkit listrik.

Baca Juga: ICE BSD: Permintaan Venue Meningkat, Semester II-2026 Diproyeksi Lebih Ramai

Hokkop menjelaskan, peningkatan pemanfaatan biomassa tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku, tetapi juga membutuhkan penguatan ekosistem secara menyeluruh agar rantai pasok dapat berjalan optimal.

Menurutnya, tantangan pengembangan bioenergi saat ini mencakup kapasitas pengolahan, pemenuhan standar kualitas, sistem penyimpanan, hingga efisiensi distribusi dan logistik menuju pembangkit.

"Peningkatan volume pasokan harus dibarengi dengan penguatan ekosistem biomassa secara menyeluruh. Tantangan utama tidak hanya terletak pada ketersediaan bahan baku, tetapi juga pada kapasitas pengolahan, standardisasi kualitas, penyimpanan, serta sistem distribusi yang efisien," katanya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, PLN EPI menerapkan skema pengolahan terintegrasi melalui konsep Spoke–Hub. Model ini menghubungkan fasilitas pengumpulan bahan baku dengan pusat pengolahan dan distribusi sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok biomassa.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat sistem perdagangan bahan baku melalui Marketplace Biomassa berbasis teknologi digital. Platform ini dirancang untuk menjaga kontinuitas pasokan harian sekaligus memastikan kualitas biomassa yang dikirim ke setiap PLTU tetap sesuai standar.

Baca Juga: Bea Masuk 0% Berlaku, GMFI Optimistis Bisnis MRO Kian Moncer

Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur rantai pasok nasional, PLN EPI telah mengoperasikan fasilitas pengolahan biomassa di Tasikmalaya dan Ciamis. Masing-masing fasilitas memiliki kapasitas produksi hingga 10 ton per jam untuk mendukung kebutuhan pasokan biomassa bagi pembangkit.

Ke depan, PLN EPI akan memperluas jaringan pusat pengolahan biomassa dengan membangun hub baru di sejumlah wilayah strategis, antara lain Lebak, Lamongan, Blora, Cilegon, serta kawasan Suralaya.

"Hingga 2028, PLN EPI menargetkan pembangunan 15 Main Hub/Hub Biomassa di berbagai wilayah Indonesia melalui investasi perusahaan maupun kolaborasi dengan mitra strategis. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjamin kualitas dan kontinuitas pasokan, sekaligus meningkatkan efisiensi logistik biomassa bagi pembangkit listrik di seluruh Indonesia," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×