kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Realisasi proyek 35.000 MW sudah capai 10.469 MW per Agustus 2021


Kamis, 23 September 2021 / 19:59 WIB
ILUSTRASI. PLTU Batang


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek Pembangunan Pembangkit 35.000 megawatt  (MW) yang digagas pemerintah baru mendekati 30% dari target pada Agustus 2021 ini.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan pada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman Hutajulu mengungkapkan, sudah sebanyak 10.469 MW telah commercial operation date (COD) dalam program pembangunan pembangkit ini hingga bulan lalu.

“Kemajuan progres dari mega proyek 35 GW (gigawatt) dapat kami laporkan yaitu 10.469 MW sudah COD. Sedangkan 17.685 MW fase konstruksi, 6.063 MW fase PPA (Power Purchase Agreement), 839 MW fase pengadaan dan 724 MW fase perencanaan,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Kamis (23/9).

Sedikit informasi, Program Pembangunan Pembangkit 35.000 MW diluncurkan pada Mei 2015 lalu  di Samas, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: PLN berharap pemerintah beri harga khusus LNG untuk kebutuhan listrik, ini alasannya

Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan PPA dan Letter of Intent (LoI) untuk EPC (engineering, procurement, construction) serta groundbreaking beberapa pembangkit seperti Penandatanganan PPA PLTB Samas (Yogyakarta), dengan kapasitas 50 MW. Dan ada penandatanganan LoI untuk EPC PLTU Grati (Jawa Timur) dengan kapasitas 450 MW, groundbreaking PLTA Jatigede (Jawa Barat) dengan kapasitas 2 x 55 MW, dan masih banyak lagi.

Dalam catatan terakhir Kontan.co.id, proyek ini ditargetkan rampung pada 2028 mendatang, namun penyelesaiannya diperkirakan berpotensi molor ke tahun 2030 seiring adanya penghitungan ulang proyeksi kebutuhan listrik akibat pandemi Covid-19.

Ketika ditanyai, Jisman mengaku belum bisa memberikan proyeksi kapan proyek 35.000 MW bisa rampung seluruhnya. “Tunggu sosialisasi ya,” ujarnya singkat.

Selanjutnya: Aneka Tambang (ANTM) menyiapkan dana pelunasan obligasi Rp 2,1 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×