Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan Wiraraja Madura Industrial Estate (WMIE) III di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mulai memasuki tahap pengembangan industri dan utilitas.
PT Wiraraja Madura Internasional menggandeng investor asal China untuk membangun fasilitas manufaktur furnitur dengan rencana investasi sekitar US$ 10 juta.
Kerja sama tersebut dijalankan bersama Suzhou Artisans Decoration Engineering Co., Ltd. (SADE) melalui skema Joint Development Agreement (JDA). Proyek manufaktur furnitur itu direncanakan menempati lahan sekitar 10 hektare.
Baca Juga: Mobil Merek China Kuasai 18,83% Pasar, Penjualan GWM Tumbuh 111%
Selain fasilitas produksi, proyek tersebut mencakup lini produksi, mesin dan peralatan, pergudangan hingga fasilitas pendukung. SADE juga akan memasok teknologi manufaktur, mesin, peralatan serta production know-how.
Presiden Direktur PT Wiraraja Madura Internasional sekaligus Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Ma’ruf Maulana, mengatakan masuknya industri tersebut menjadi salah satu pijakan pengembangan WMIE III.
"Posisi Bangkalan strategis sebagai pintu gerbang Madura," kata Ma’ruf dalam keterangan resmi, Jumat (11/9/2026).
Di saat yang sama, Wiraraja menyiapkan infrastruktur dasar kawasan bersama ODASCO LLC, perusahaan engineering developer, EPC dan operasi asal Dubai, Uni Emirat Arab (UAE).
Kerja sama dengan ODASCO mencakup pengembangan fasilitas pengolahan dan desalinasi air laut, pengolahan air permukaan, pembangkit listrik tenaga surya (solar PV), pengolahan air limbah serta utilitas pendukung kawasan.
Pengembangan utilitas tersebut dijajaki menggunakan skema jangka panjang berbasis operational expenditure (OPEX) atau build-own-operate. Nantinya, ODASCO diproyeksikan menangani desain, pembiayaan, pengadaan, konstruksi hingga pengoperasian fasilitas.
Ma’ruf mengatakan pembangunan industri dan utilitas perlu dilakukan secara bersamaan agar kawasan lebih siap ketika aktivitas industri meningkat.
Baca Juga: Bluebird Tambah 300 Zenix Hybrid Untuk Layanan Premium, Siapkan Capex Rp 1,9 Triliun
"Kami tidak ingin menunggu investor masuk baru menyiapkan infrastrukturnya," ujarnya.
Menurut dia, ketersediaan air, energi, pengolahan limbah dan logistik menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing kawasan industri.
Adapun struktur tarif dan skema komersial kerja sama utilitas dengan ODASCO masih akan dirumuskan setelah studi kelayakan dan due diligence.
Pengembangan WMIE III juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi ke Bangkalan dan Madura. Wiraraja menargetkan tenaga kerja lokal dapat menjadi salah satu penerima manfaat dari masuknya investasi. "Kami ingin masyarakat Bangkalan menjadi pihak yang pertama merasakan manfaat," kata Ma’ruf.
Untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja, Wiraraja juga menggandeng Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama tersebut diarahkan untuk menghubungkan kebutuhan industri dengan pendidikan, pelatihan dan sertifikasi.
Sementara itu, Pemprov Jawa Timur menyatakan dukungan terhadap percepatan pengembangan WMIE, termasuk proses pengusulan kawasan tersebut sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














