kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.845   -45,00   -0,25%
  • IDX 6.382   80,24   1,27%
  • KOMPAS100 830   6,34   0,77%
  • LQ45 632   4,97   0,79%
  • ISSI 222   5,49   2,53%
  • IDX30 354   2,64   0,75%
  • IDXHIDIV20 430   2,32   0,54%
  • IDX80 95   0,71   0,76%
  • IDXV30 118   1,03   0,88%
  • IDXQ30 112   0,72   0,65%

REI Sebut PPN 12% Berpotensi Melemahkan Daya Beli Market Utama Properti


Senin, 25 November 2024 / 18:00 WIB
REI Sebut PPN 12% Berpotensi Melemahkan Daya Beli Market Utama Properti
ILUSTRASI. Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Bambang Ekajaya. REI sebut kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% tentunya akan melahirkan berbagai multiplier effect di sektor perumahan.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Real Estate Indonesia (REI) menyatakan bahwa kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% tentunya akan melahirkan berbagai multiplier effect di sektor perumahan.

Diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberlakukan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% yang akan mulai berlaku pada 1 Januari 2025. 

Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya menyatakan bahwa kenaikan harga rumah tentu juga akan terjadi.  

Baca Juga: PPN 12% akan Berlaku Tahun Depan, Begini Tanggapan Intiland Development (DILD)

"Kenaikan nilainya 1%, namun yang dikhawatirkan ada multiplier effect, khususnya di sektor perumahan seperti material building, biaya transport, biaya tenaga kerja untuk membangun juga akan naik," ucap Bambang kepada Kontan, Senin (25/11). 

Ia melanjutkan, ujungnya harga rumah juga naik ditambah PPN 12% ini, pasti kenaikan bukan 1%. Bambang melanjutkan, kebijakan Pemerintah menaikkan PPN 12% sebaiknya dikaji kembali. 

REI memperhatikan bahwa keputusan menaikkan PPN 12% melahirkan penolakan oleh beberapa kalangan. Menurut REI sendiri, di tengah kondisi perekonomian yang sulit, kebijakan tersebut hanya akan semakin melemahkan daya beli masyarakat kalangan menengah.

"Di saat kondisi ekonomi sedang sulit dan daya beli melemah khususnya di kalangan menengah, tentu hal itu akan semakin memberatkan. Apalagi kalangan menengah ini merupakan market utama properti," ujarnya. 

Baca Juga: Kenaikan PPN Jadi 12% Beri Dampak Tidak Langsung Bagi Mercedes-Benz

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×