kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Rekind Tangani Tiga Proyek Revitalisasi Pabrik Gula


Senin, 08 Juni 2009 / 07:11 WIB
Rekind Tangani Tiga Proyek Revitalisasi Pabrik Gula


Reporter: Nurmayanti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pelan tapi pasti, program revitalisasi pabrik gula mulai berjalan. Sebagai bukti, PT Rekayasa Industri (Rekind) mengaku tengah menangani tiga proyek revitalisasi pabrik gula senilai berkisar Rp 65 miliar sejak tahun lalu. Nilai proyek itu ditujukan untuk revitalisasi lima pabrik gula yang tersebar di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV, VII dan XI.

Tiga pabrik milik PTPN XIV telah rampung pada akhir 2008 dan sudah beroperasi. Bahkan tingkat produksi di tiga pabrik itu mengalami kenaikan produksi dari 1.000 ton per hari menjadi 6.000 ton per hari. ”Kami sudah menyelesaikan proyek di PTPN XIV, yang masih jalan di PTPN VII dan XI,” kata Triharyo I Soesilo, Direktur Utama PT Rekind, pekan lalu.

Triharyo mengaku, perusahaannya cukup berhasil menjalankan program revitalisasi pabrik gula milik PTPN itu. Sebab, mereka mampu membuat proyek sangat efisien dengan menurunkan kebutuhan biaya revitalisasi sedemikian besar. Rekind mampu menurunkan anggaran revitalisasi menjadi Rp 13 miliar per pabrik. Padahal, selama ini anggaran pembangunan satu pabrik gula biasanya mencapai Rp 30 miliar hingga Rp
40 miliar.

“Dengan kerja keras kami bersama RNI dan PTPN, maka anggaran revitalisasi turun dari Rp 30 miliar menjadi Rp 14 miliar per unit. Usut punya usut, penurunan biaya pembangunan itu akibat penggunaan produk lokal. Rekind memutuskan memperbesar penyerapan kandungan lokal untuk proyek pembangunan pabrik gula yang mereka tangani. Semisal alat penggilingan dan turbin yang biasanya diambil dari Singapura kini
cukup dipasok dari Bandung Jawa Barat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Ansari Bukhari mengatakan, pada tahun ini pemerintah kembali melaksanakan program peremajaan mesin milik pabrik gula dengan nilai anggaran sebesar Rp 50 miliar di 2009 ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×