kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Rencana proyek kilang Pertamina bisa berubah karena kebijakan penyediaan premium


Kamis, 21 Juni 2018 / 17:04 WIB
Rencana proyek kilang Pertamina bisa berubah karena kebijakan penyediaan premium
ILUSTRASI. Proyek RDMP Refinery Unit V Balikpapan


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) punya rencana besar untuk membangun dua kilang baru lewat proyek Grass Root Refinery (GRR) dan pengembangan empat kilang yang telah ada lewat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Rencananya pembangunan dan pengembangan kilang tersebut akan membuat Pertamina bisa memproduksi bahan bakar minyak (BBM) setara Euro 4 bahkan setara Euro 5.

Namun belakangan, pemerintah justru meminta Pertamina untuk kembali mendistribusikan premium tidak hanya di luar Pulau Jawa, Madura, Bali (Jamali). Ini berarti Pertamina wajib mendistribuskan premium di seluruh wilayah Indonesia.

Tangki timbun yang berada di SPBU yang semula diisi pertalite terpaksa digunakan untuk premium. Jika konsumsi premium terus meningkat, maka niatan Pertamina untuk meningkatkan kualitas BBM yang dijual kepada masyarakat pun bisa terhalang.

Hal itu diungkapkan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatman Sardjito yang menyebut rencana pembangunan dan pengembangan kilang Pertamina bisa berubah dengan kewajiban penjualan premium di seluruh Indonesia. "Kalau semua sudah diubah premium, semua rencana berubah. Ngapain bikin RDMP kalau pakainya premium?" kata Adiatma Kamis (21/4)

Makanya proyek kilang Pertamina seperti jalan di tempat. Hingga saat ini baru proyek RDMP Balikpapan tahap I yang sudah mulai terlihat jelas perkembangannya.

Adiatma bilang proyek RDMP Balikpapan akan segera masuk tahapan groundbreaking. Pertamina telah menyelesaikan pembangunan apartemen untuk pekerja Pertamina di proyek RDMP Balikpapan.

Selain itu, Pertamina juga sudah menyelesaikan beberapa infrastruktur pendukung seperti pembangunan Jetty yang akan digunakan sebagai pelabuhan angkutan barang.

"Balikpapan jetty sudah selesai, untuk fase 1 sudah, persiapan infrastruktur jetty sudah beres," ujarnya.

Dengan kemajuan tersebut, Adiatma menyebut Pertamina sudah siap untuk melakukan groundbreaking fase 1 RDMP Balikpapan. "Tinggal menunggu seremoni. Dari Desember sudah jalan," kata Adiatma.

Proyek RDMP Fase 1 diharapkan bisa beroperasi pada 2021 mendatang. Target tersebut mundur dari target Pertamina sebelumnya.

Pertamina menargetkan RDMP Balikpapan fase 1 diselesaikan pada Juni 2020. Sebelumnya, Pertamina bahkan pernah menargetkan RDMP Balikpapan fase 1 ini bisa selesai 2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×