kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Resmikan 2 Terminal di Sumut, Jokowi Ingin Transportasi Massal Berkembang


Kamis, 09 Februari 2023 / 15:37 WIB
Resmikan 2 Terminal di Sumut, Jokowi Ingin Transportasi Massal Berkembang
ILUSTRASI. Presiden Jokowi menghadiri Puncak Peringatan HPN 2023, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (09/02/2023).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar budaya penggunaan transportasi massal dapat dikembangkan. Salah satunya transportasi massal bus baik antar kota dan antar provinsi.

"Saya selalu mendorong untuk masyarakat menggunakan transportasi massal, baik itu yang namanya bus antar kota, bus antar pulau, juga transportasi masal di kota kota besar," kata Jokowi dalam Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/2).

Baca Juga: Menkominfo Dipanggil Kejaksaan Agung, Jokowi: Hormati Proses Hukum

Di Jakarta sendiri penggunaan transportasi massal sudah dimulai dengan adanya MRT dan disusul dengan LRT dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan segera rampung.

Jokowi berharap, kota-kota besar lainnya mulai bergerak untuk mengembangkan transportasi massal seperti MRT, LRT dan moda transportasi massal lainnya. Pengembangan transportasi massal diperlukan untuk mengantisipasi potensi macet ke depannya.

Maka dengan adanya peresmian Terminal Amplas di Kota Medan, dan Terminal Tanjung Pinggir Kota Pematang Siantar Sumatra Utara diharapkan bisa mendorong budaya penggunaan transportasi massal terutama bus.

"Kita harapkan dengan pembangunan terminal Amplas Kota Medan ini dan terminal Tanjung Pinggir Kota Pematang Siantar, budaya menggunakan transportasi bus ini bisa dikembangkan," imbuhnya.

Menurutnya, saat ini kemacetan tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga merambah di luar Jakarta seperti Medan, Bandung, Surabaya, Makassar dan kota besar lainnya. Oleh karenanya, fasilitas transportasi seperti terminal harus dibenahi.

Hal tersebut untuk mengembangkan budaya penggunaan transportasi massal di masyarakat. Sehingga kemacetan dapat terurai, lantaran tak semua masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.

"Yang namanya terminal bus, yang baik, yang bersih yang nyaman, tidak seperti terminal-terminal yang lalu lalu, kotor banyak premannya, siapa yang mau naik bus, kalau hal tadi masih terjadi?" tegas Jokowi.

Ia menambahkan, pembangunan terminal tersebut menghabiskan dana sebesar Rp43 miliar. Jokowi berharap, setelah kedua terminal di beroperasi dapat memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga: Jokowi Sampaikan Apresiasi atas Kontribusi Pers kepada Bangsa dan Negara

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan dua terminal tersebut secara khusus dibiayai oleh surat berharga syariah negara (SBSN). Adapun kedua terminal tersebut merupakan terminal tipe A.

"Saat ini kita sudah bangun sebagian, dan sebagian lagi ada tanah lagi yang kita bisa bangun dengan creative financing bekerjasama dengan swasta," kata Budi.

Budi menambahkan, untuk Terminal Amplas lahan yang digunakan semula merupakan milik Pemerintah Kota Medan. Kemudian diserahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk dibangun menjadi terminal.

Adanya dua terminal tersebut, Budi berharap dapat meningkatkan konektivitas dalam dan luar kota di sana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×