kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Tahan Gejolak Global, RI Bangun Storage BBM untuk 3 Bulan


Selasa, 03 Maret 2026 / 21:08 WIB
Tahan Gejolak Global, RI Bangun Storage BBM untuk 3 Bulan


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memperkuat ketahanan energi nasional dengan menambah kapasitas penyimpanan (storage) minyak dan BBM hingga mampu bertahan sampai tiga bulan.

Fasilitas baru tersebut direncanakan dibangun di wilayah Sumatera dan ditargetkan mulai konstruksi pada tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, studi kelayakan (feasibility study/FS) proyek tersebut saat ini masih berjalan.

“Kami akan targetkan, FS lagi berjalan, dan ditargetkan di tahun ini pembangunannya sudah mulai dilakukan. Jangan tanya saya bulan apa ya, lokasinya di daerah Sumatera. Sumateranya pun jangan tanya saya di kabupaten apa,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga: Kilang Saudi Aramco Terdampak Konflik, RI Siapkan Alternatif Impor LPG

Menurut Bahlil, langkah ini diambil untuk memperpanjang daya tahan cadangan energi nasional. Saat ini, standar minimum nasional untuk cadangan BBM ditetapkan selama 21 hari.

Bahlil memastikan, rata-rata stok BBM, minyak mentah (crude), dan LPG nasional saat ini sudah berada di atas batas minimum tersebut, termasuk untuk mengantisipasi kebutuhan saat hari raya Idulfitri.

“Khusus untuk persiapan hari raya Idulfitri, stok BBM kita, crude, dan LPG rata-rata di atas standar minimum nasional. Standar minimum kita 21 hari. Ini semuanya di atas 21 hari,” ujarnya.

Baca Juga: Porsi Impor Minyak RI dari Timur Tengah 25%, Pemerintah Siapkan Skenario Ini

Meski demikian, secara kapasitas infrastruktur, kemampuan storage energi Indonesia saat ini maksimal hanya mampu menopang kebutuhan sekitar 25 hingga 26 hari.

Menurut Bahlil, angka tersebut masih jauh dari standar internasional yang umumnya mensyaratkan cadangan energi strategis hingga 90 hari atau sekitar tiga bulan.

Karena itu, pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas penyimpanan baru dengan kapasitas hingga tiga bulan agar Indonesia lebih siap menghadapi gejolak global, baik akibat konflik geopolitik maupun gangguan rantai pasok energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×