kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.744   -9,00   -0,05%
  • IDX 6.578   52,68   0,81%
  • KOMPAS100 860   8,60   1,01%
  • LQ45 652   7,76   1,21%
  • ISSI 230   1,30   0,57%
  • IDX30 365   4,59   1,27%
  • IDXHIDIV20 449   6,47   1,46%
  • IDX80 98   1,03   1,06%
  • IDXV30 125   0,92   0,75%
  • IDXQ30 116   1,53   1,33%

Revolusi Industri 4.0 berikan peluang baru bagi masa depan bisnis di tanah air


Senin, 31 Mei 2021 / 22:25 WIB
ILUSTRASI. Revolusi Industri 4.0 berikan peluang baru bagi masa depan bisnis di tanah air


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

Dia menilai, Indonesia merupakan “rumah” bagi startup dan bisnis baru lain yang ikut mendorong terjadinya digitalisasi di Kawasan Asia Tenggara. Wilayah Indonesia yang luas dan potensi permintaan yang ada, ini memberikan prospek yang positif untuk keseluruhan pasar.

Industri Manufaktur sebagai Sektor Prioritas Revolusi Industri 4.0

Kondisi pandemi yang terjadi saat ini, turut berpengaruh terhadap laju industri manufaktur. Sehingga, para pelaku usaha di sektor manufaktur harus melakukan restrukturisasi serta penataan kembali bisnis yang dijalani.

Hal itu, terang Vaibhav, merupakan waktu yang tepat bagi industri manufaktur untuk dapat  sekaligus menjajaki peluang bisnis baru seperti yang telah disebutkan sebelumnya.  Sebagaimana diketahui, industri manufaktur merupakan salah satu sektor industri yang mesti diprioritaskan di dalam revolusi industri 4.0. 

Baca Juga: Manfaatkan peluang, INAF bidik investasi asing jajakan jasa toll manufacturing

"Untuk kedepannya, pabrikan harus fokus untuk mengurangi resiko, melakukan diversifikasi bisnis mereka, dan terus melakukan bisnis serta berpikir untuk menangkap dan bersiap untuk menghadapi situasi yang sama dengan pandemi seperti saat ini di masa yang akan datang," terangnya. 

Demi mencapai peluang-peluang bisnis tersebut, para pelaku usaha dituntut untuk dapat memanfaatkan setiap teknologi yang ada. "Pelaku bisnis perlu memanfaatkan teknologi yang dapat membantu mereka dengan informasi terkini, prediksi permintaan kedepan, dan harus selangkah lebih maju," pungkas dia. 

Selanjutnya: Menaker Ida Fauziyah resmikan Balai Latihan Kerja Komunitas milik serikat pekerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×