kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   32,00   0,19%
  • IDX 7.109   -75,92   -1,06%
  • KOMPAS100 983   -10,00   -1,01%
  • LQ45 720   -6,31   -0,87%
  • ISSI 254   -2,76   -1,07%
  • IDX30 391   -2,50   -0,64%
  • IDXHIDIV20 485   -1,84   -0,38%
  • IDX80 111   -1,00   -0,89%
  • IDXV30 135   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 127   -0,77   -0,60%

RI bidik jadi eksportir utama kopi sangrai dunia


Senin, 03 Oktober 2016 / 20:55 WIB


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kementerian Perindustrian optimistis Indonesia mampu menjadi eksportir utama kopi sangrai (roasted bean) di Asia dan dunia, mengingat keberadaannya sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia yang didukung potensi besar dalam pengembangan industri pengolahan kopi.

"Untuk itu, pengembangan industrinya, antara lain melalui peningkatan nilai tambah biji kopi dan peningkatan mutu kopi olahan terutama roasted bean melalui penguasaan teknologi roasting," kata Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto lewat siaran pers diterima di Jakarta, Senin (3/10).

Panggah menambahkan, upaya lainnya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, dan penguji cita rasa (cupper).

Kemenperin disebut berkomitmen memacu pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri melalui berbagai program dan kebijakan strategis.

Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional tahun 2015-2035, industri pengolahan kopi masuk dalam sektor prioritas.

Untuk itu, pemerintah terus menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi industri pengolahan kopi melalui kebijakan fiskal dan non-fiskal serta penerapan standar.

"Diharapkan, industri pengolahan kopi dapat melakukan diversifikasi produk kopi. Tidak hanya sebagai minuman, tetapi dikembangkan dalam berbagai jenis produk lainnya seperti kosmetik, farmasi, dan essen makanan," papar Panggah.

Sehingga, lanjutnya, kesinambungan rantai nilai mulai dari petani, industri sampai dengan jasa retail dan cafe berkembang lebih baik dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.




TERBARU

[X]
×