kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

RKAB Batubara 2026 Hampir 400 Juta Ton, Proses Dikebut Hingga Akhir Maret


Minggu, 22 Maret 2026 / 13:00 WIB
RKAB Batubara 2026 Hampir 400 Juta Ton, Proses Dikebut Hingga Akhir Maret
ILUSTRASI. Kementerian ESDM telah menyetujui 390 juta ton RKAB batubara 2026. Angka ini mendekati 400 juta ton dari target 600 juta ton. Cek detailnya! (KONTAN/Muradi)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mempercepat proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batubara untuk tahun 2026. Hingga 17 Maret 2026, total RKAB batubara yang telah disetujui mencapai sekitar 390 juta ton atau mendekati 400 juta ton.

"390 juta ton menuju 400 juta ton," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (17/3/2026).

Tri menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh proses persetujuan RKAB dapat rampung pada akhir Maret 2026. Baik pemerintah maupun pelaku usaha dinilai aktif mendorong percepatan penyelesaian proses tersebut.

Adapun target produksi batubara nasional pada 2026 dipatok sebesar 600 juta ton. Dengan realisasi persetujuan yang telah mendekati 400 juta ton, proses penetapan RKAB diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan hingga mencapai target.

Di sisi pelaku usaha, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima laporan lengkap dari seluruh anggota terkait perkembangan persetujuan RKAB.

Baca Juga: Produksi Batubara Akan Digenjot, Pemerintah Siapkan Revisi RKAB

“Untuk proses persetujuan RKAB, ada anggota yang melaporkan sudah mendapat persetujuan, namun ada juga yang belum,” kata Gita kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah mengantongi persetujuan RKAB produksi batubara tahun 2026 dari Kementerian ESDM. Dalam persetujuan tersebut, perusahaan memperoleh kuota produksi maksimal sebesar 53,2 juta ton.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno menjelaskan bahwa persetujuan tersebut merupakan hasil evaluasi dokumen RKAB oleh Kementerian ESDM.

"Angka ini merupakan batas atas yang menjadi acuan resmi operasional pertambangan perusahaan sepanjang tahun tersebut," kata Eko kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Menurut Eko, kuota RKAB sebesar 53,2 juta ton menunjukkan tren produksi PTBA yang stabil dan cenderung meningkat dibandingkan capaian historis beberapa tahun terakhir. Adapun panduan (guidance) produksi untuk tahun 2026 akan disampaikan bersamaan dengan laporan kinerja tahun buku 2025.

"Tentunya angka 53,2 juta ton ini merupakan angka strategis untuk mendukung target kinerja keuangan dan operasional perusahaan di tahun 2026," jelasnya.

Baca Juga: Persetujuan RKAB Batubara 390 Juta Ton, Kementerian ESDM Targetkan Beres Akhir Maret

Di sisi lain, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyatakan hingga saat ini belum menerima surat persetujuan resmi RKAB. Direktur ITMG Yulius Kurniawan Gozali mengungkapkan bahwa informasi persetujuan baru tercantum dalam sistem Direktorat Jenderal Minerba, sehingga perusahaan belum dapat merinci kuota produksi secara detail.

Ia juga mengindikasikan adanya potensi penurunan kuota produksi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Mengenai penurunan dibanding tahun sebelumnya, semua site kami termasuk yang kena cut juga sehingga tentu ada penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Dengan progres persetujuan RKAB yang terus berjalan, dinamika kuota produksi antar perusahaan diperkirakan masih akan berkembang hingga seluruh proses rampung. Hal ini menjadi faktor penting dalam menentukan realisasi produksi batubara nasional sepanjang 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×