kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.960   31,00   0,18%
  • IDX 7.097   -67,46   -0,94%
  • KOMPAS100 978   -11,37   -1,15%
  • LQ45 721   -10,34   -1,41%
  • ISSI 249   -2,19   -0,87%
  • IDX30 393   -5,68   -1,43%
  • IDXHIDIV20 490   -8,13   -1,63%
  • IDX80 110   -1,28   -1,14%
  • IDXV30 134   -2,02   -1,48%
  • IDXQ30 128   -1,84   -1,41%

Rokok dan tembakau ikut dorong inflasi


Jumat, 03 Oktober 2014 / 22:28 WIB
Rokok dan tembakau ikut dorong inflasi
ILUSTRASI. Aice bagi-bagi es krim dengan target 1 juta hingga 31 Mei 


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Inflasi September 2014 sebesar 0,27% atau lebih rendah dibanding Agustus 2014 sebesar 0,47%. Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender, dari Januari hingga September 2014 sebesar 3,71%, di bawah target inflasi yaitu 4,5% ± 1%.

Dalam rilis yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag), rendahnya inflasi tersebut antara lain disebabkan oleh deflasi kelompok bahan makanan (0,17%), sandang (0,17%), serta transport, komunikasi, dan jasa keuangan (0,24%).

Inflasi September 2014 mayoritas didorong oleh naiknya indeks kelompok non-bahan makanan yaitu makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,51%; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,77%; kesehatan (0,29%); serta pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,68%).

Kelompok bahan makanan pada September 2014 mengalami deflasi sebesar 0,17%, dibanding Agustus 2014 yang mengalami inflasi sebesar 0,36%.

Kelompok bahan makanan pada September 2014 mengalami deflasi sebesar 0,17%, dibanding Agustus 2014 yang mengalami inflasi sebesar 0,36%. Dalam bulan September 2014 kelompok bahan makanan memberikan andil deflasi 0,02% dibanding Agustus 2014 yang memberikan andil inflasi sebesar 0,07%.

Komoditas dalam kelompok bahan makanan yang memberikan andil deflasi pada September 2014 adalah bawang merah 0,06% dan daging sapi 0,01%;  sedangkan komoditas yang memberikan andil inflasi yaitu cabai merah 0,09%; beras 0,02%; dan daging ayam ras 0,01%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×