kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Royco dan Sasa mengecap gurihnya bisnis penyedap


Minggu, 23 Desember 2018 / 22:09 WIB
Royco dan Sasa mengecap gurihnya bisnis penyedap
ILUSTRASI.


Reporter: Agung Hidayat, Erviana Bastian | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memperkuat bisnis penyedap rasa yang semakin gurih dari tahun ke tahun. Lewat Royco, Unilever akan merilis varian baru pada tahun depan.

Hernie Raharja, Foods Director Unilever Indonesia mengatakan, bisnis penyedap rasa setiap tahun mengalami pertumbuhan yang ciamik. Hal tersebut disebabkan oleh jumlah orang yang memasakan bertambah banyak baik dari kalangan ibu rumah tangga atau pun generasi millenials.

"Bisnis penyedap rasa terus tumbuh setiap tahunnya yang disebabkan oleh jumlah orang yang memasak bertambah, tidak hanya ibu rumah tangga generasi X dan S yang memasak di rumah, akan tetapi kalangan millenials baik single ataupun menikah juga mulai memasak," kata Hernie kepada Kontan.co.id, Minggu (23/12).

Royco akan mengeluarkan produk-produk baru tahun 2019, yaitu Royco Bumbu siap saji dengan varian Nasi Goreng Cabe Hijau, Nasi Goreng Rendang dan Ayam Bakar Bumbu Rujak.

Hernia menyebutkan bahwa penggunaan bumbu penyedap juga meningkat karena digunakan ke berbagai jenis variasi makanan. Untuk itu penyedap rasa Royco terus melakukan inovasi dan strategi dalam menghadapi persaingan pasar yang permintaannya cukup banyak. Dengan mengampanyekan the best gift is homemade, Royco mendukung kegiatan memasakan di rumah dengan memberikan berbagai inspirasi resep masakan sehari-hari.

Rudolf Tjandra, Chief Executive Officer PT Sasa Inti menengaskan akan tetap optimistis di tahun depan dengan target penjualaan sebesar Rp 4,5 triliun. Dia melihat pasar yang memiliki peluang terbuka terhadap penjualan produknya. "Target penjualan kami tahun depan mungkin sekitar Rp 4,5 triliun," kata Rudolf kepada Kontan.co.id pada, Rabu (19/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×