kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Rugi Indonesia Transport di kuartal I-2018 turun 50%


Senin, 07 Mei 2018 / 20:32 WIB
ILUSTRASI. terminal batubara Indonesia Transport & Infrastructure


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Indonesia Transport & Infrastucture Tbk (IATA) pada kuartal I-2018 belum terlalu menggembirakan. Kendati begitu, rugi perusahaan berkurang dari US$ 1,97 juta menjadi US$ 911.000.

Dikutip dari keterbukaan informasi, pendapatan perusahaan mengalami kenaikan 21% di kuartal I-2018 dari sebesar US$ 3,80 juta di kuartal I-2017 menjadi US$ 4,63 juta di kuartal I-2018.

Beban langsung perusahaan juga mengalami kenaikan dari US$ 2,97 juta di kuartal I-2017 menjadi US$ 3,31 juta di kuartal I-2018. Demikian pula dengan beban usaha dari US$ 1,40 di kuartal I-2017 menjadi US$ 1,54 di kuartal I-2018.

Pendapatan melalui jasa penyewaan pesawat dengan sistem contract charter mengalami sedikit penurunan dari US$ 2,48 di kuartal I-2017 menjadi US$ 2,40 di kuartal I-2018. Adapun spot charter mengalami kenaikan dari US$ 393.000 menjadi US$ 1,03 juta.

Adapun empat perusahaan dengan kontribusi terbesar pada pendapatan kuartal I-2018 berasal dari Kangean Energy Indonesia Ltd US$ 894.000 atau menyumbang 19% dari total pendapatan IATA. Disusul PT Vale Indonesia Tbk US$ 765.000 atau 16,5%, PT Nuansacipta Coal Investment US$ 350.000 atau 7%, dan PT Insani Bara Perkasa US$ 34.000 atau 0,75%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×