Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pembangunan 324 unit hunian di kawasan Senen, Jakarta Pusat, sebagai langkah strategis mendukung program perumahan nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset BUMN.
Proyek ini menyasar penyediaan hunian layak di kawasan padat tepian rel Kelurahan Kramat, dengan pendekatan terintegrasi yang juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Akselerasi proyek ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto dan menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi backlog kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Hutama Karya Garap Proyek Pembangunan Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut
Dalam implementasinya, Hutama Karya tidak hanya berperan sebagai kontraktor, tetapi juga memastikan perencanaan dan pembangunan memenuhi standar kualitas tinggi serta membentuk ekosistem hunian yang produktif secara ekonomi.
Kesiapan proyek diperkuat melalui peninjauan Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Peninjauan ini menitikberatkan pada kesiapan teknis dan pemetaan aset lahan yang akan dikembangkan, sebagai fondasi percepatan eksekusi proyek.
Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam proyek ini. Hutama Karya bekerja sama dengan BP BUMN, Kementerian PKP, Danantara Indonesia, BPS, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan proyek berjalan terarah dan memberikan dampak nyata.
Sinergi ini juga membuka peluang optimalisasi aset BUMN yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi sumber nilai ekonomi baru.
Dony Oskaria menegaskan pentingnya strategi tersebut.
Baca Juga: Moody’s Revisi Outlook Obligasi Hutama Karya Jadi Negatif, Peringkat Tetap Baa3–Baa2
"Aset-aset BUMN yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat kita dorong untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat," ujarnya dalam siaran pers seperti dikutip Minggu (5/4/2026).
Dari sisi bisnis, proyek ini mencerminkan pendekatan government preneurship yang menggabungkan mandat sosial dengan efisiensi dan produktivitas aset negara.
Hutama Karya melihat proyek hunian ini sebagai peluang memperluas peran BUMN karya tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dalam pengembangan kawasan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Perusahaan menargetkan pembangunan 324 unit hunian ini rampung pada 15 Juni mendatang. Target waktu yang agresif ini menunjukkan dorongan percepatan eksekusi proyek sekaligus komitmen menghadirkan dampak sosial-ekonomi dalam jangka pendek.
Baca Juga: WIKA-Hutama Karya Groundbreaking Proyek Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Ke depan, pemerintah bersama BUMN akan mempercepat penyelesaian pemetaan aset dan tahapan pelaksanaan proyek agar program perumahan serupa dapat direplikasi secara lebih luas, transparan, dan terukur, sekaligus memperkuat kontribusi BUMN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kebutuhan dasar masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













