kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rumah di bawah Rp 800 juta akan laris di tahun ini


Senin, 18 Januari 2016 / 19:10 WIB


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pengamat properti Panangian Simanungkalit optimistis, pasar properti tahun 2016 akan kembali bergairah. Menurutnya, kondisi pasar properti tahun 2016 bakal tumbuh sekitar 8%-10% dibanding tahun 2015. Hal ini didorong oleh meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016.

Gairah bisnis properti juga akan disokong oleh faktor penurunan BI rate. Harapannya, BI rate bisa turun hingga di bawah 7%. Menurut Panangian, BI Rate yang ideal untuk kondisi Indonesia saat ini adalah di level 6,5%.

Bila berjalan sesuai harapan, maka suku bunga KPR dipastikan turun mengikuti BI Rate. Menurut Panangian, penurunan suku bunga KPR akan mendorong kenaikan penjualan sektor perumahan, apartemen, Ruko dan Rukan. Namun, Panangian mengungkap bahwa sub sektor perumahan dengan harga di bawah Rp 500 juta yang akan mendominasi pasar perumahan.

“Pasar apartemen juga akan didominasi oleh segmen harga di bawah Rp 800 juta. Segmen ini akan menguasai hingga 70% pasar properti tahun 2016,” kata Panangian melalui pernyataan tertulis yang diterima KONTAN, Minggu (17/1).

Menurut Panangian, bisnis properti baru kembali berkembang lantaran pasar masih menyimpan daya beli. Namun, keputusan pembelian properti akan lebih selektif untuk proyek-proyek yang memberikan aspek fungsional, bukan sebagai spekulasi. Dengan kata lain, pasar yang bergerak akan lebih dominan di segmen perumahan menengah bawah.

Properti kelas menengah atas dengan kisaran harga di atas Rp 2 miliar nampaknya masih harus konsolidasi. “Wait and see. Mereka menunggu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tahun berikutnya. Namun, tanda-tanda ke arah bisnis properti yang semakin membaik hanya tinggal menunggu waktu,” ucap Panangian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×