Sumber: Kompas.com | Editor: Havid Vebri
JAKARTA. Rumah yang paling diburu saat ini adalah rumah dengan kisaran harga Rp 100 juta-Rp 300 juta per unit.
"Perumahan dengan kisaran harga Rp 100 juta-Rp 300 juta banyak sekali peminatnya. Ini pasar yang tidak ada habisnya di Indonesia," ujar General Manager Marketing PT Ciputra Residence, Yance Onggo, di lokasi proyek Citra Maja Raya, Maja, Lebak, Banten, Senin (7/12/2015).
Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penjualan rumah sederhana (RS) di Citra Maja Raya yang diborong pembeli.
Menariknya, ludesnya rumah-rumah murah di Maja ini justru terjadi saat ekonomi makro sedang melemah.
Dengan demikian, genaplah asumsi Yance bahwa pasar rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak pernah surut.
Selain mencari rumah murah, tambah dia, MBR juga membutuhkan pengembangan perumahan skala kota mandiri.
Ketika kawasan kota mandiri ini tersedia, kebutuhan konsumen tidak lagi rumah rumah, tetapi terintegrasi dengan transportasi, khususnya transportasi publik.
"Mereka menginginkan lokasi rumah yang terkoneksi dengan tempat kerjanya. Hadirnya commuter line, sangat membantu mobilisasi dari rumah menuju tempat kerja," tutur Yance.
Di Maja, kata Yance, sudah ada stasiun yang tengah dalam perluasan menjadi stasiun besar dengan bangunan dua tingkat.
Kelak, jarak ke Stasiun Tanah Abang dan sebaliknya pun bisa ditempuh selama satu setengah jam hingga dua jam.
"Maja akan jadi kawasan yang berkembang. Infrastruktur jalan, kereta api, commuter line, mendukungnya seperti itu," tandas Yance.
Saat ini, Citra Maja Raya besutan PT Ciputra Residence dalam proses pembangunan 7.000 rumah dalam 13 klaster.
Jumlah klaster yang cukup banyak ini dibangun secara serempak. Untuk serah terima unitnya, Ciputra menargetkan mulai dilakukan pada Desember 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News