kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.005   42,00   0,23%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Rupiah melemah, impor gandum jalan terus


Kamis, 27 Agustus 2015 / 11:08 WIB


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Depresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS)  hingga Rp 14.000 per dollar AS bukan hal yang menyenangkan bagi para importir bahan pangan seperti Asosiasi Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) selaku importir gandum terbesar di Indonesia.

Fransiscus Welirang, Ketua Umum Aptindo mengatakan, sejak awal tahun, pihaknya sudah mengimpor 3,5 juta ton gandum ke tanah air. Menurutnya, sejak awal tahun pula, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus melemah hingga saat ini. "Kalau ditanya apakah ada dampak, pastilah ada, tapi kami sudah berhitung. Buktinya, harga tepung terigu tidak makin mahal di pasaran," ujarnya.

Aptindo memproyeksikan, impor gandum hingga penghujung tahun ini sebanyak 7 juta ton, sedikit menurun dari realisasi impor tahun lalu yang sebanyak 7,1 juta ton. Menurut catatan Aptindo, nilai impor gandum tahun lalu mencapai US$ 2,1 miliar.

Di samping mengimpor gandum, Indonesia juga mengekspor gandum meski volumenya masih kalah jauh dari impor. Pria yang akrab disapa Franky ini bilang, sulit mengambil kesempatan untuk menggenjot ekspor gandum di kala rupiah terpuruk seperti ini. Sebab, negara yang mengalami pelemahan mata uang bukan hanya Indonesia sehingga permintaan gandum tidak terlalu banyak.            

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×