kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Rupiah melemah, Pertamina telah hedging dan akan revisi asumsi rupiah


Kamis, 06 September 2018 / 17:31 WIB
Rupiah melemah, Pertamina telah hedging dan akan revisi asumsi rupiah
ILUSTRASI. BBM Pertalite di SPBU Pertamina


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah mendekati level Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Kamis (6/9), kurs rupiah tercatat sebesar Rp 14.891 per dollar AS.

Pelemahan rupiah tentu berimbas juga ke PT Pertamina. Namun, Pertamina yang banyak melakukan impor minyak mentah dan produk bahan bakar minyak (BBM) telah melakukan langkah antisipasi.

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengatakan, upaya Pertamina dalam menghadapi depresiasi rupiah adalah dengan melakukan hedging atau lindung nilai. "Kan tidak akan terus melemah. Kami sederhana saja, kami ikuti aturan Bank Indonesia (BI) yakni 20% hedging," ungkap Arief, Kamis (6/9).

Selain itu, Pertamina juga tidak akan melakukan pembelian atau pengadaan jika harga yang ditawarkan terlalu tinggi. "Dan kami juga kan kalau harganya tidak rasional, tidak akan membeli. Kami juga masih ada kredit line," katanya.

Pertamina sendiri pada tahun ini mengasumsikan nilai tukar rupiah dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun 2018 sebesar Rp 13.800 per dollar AS. Asumsi rupiah dalam RKAP ini rencananya akan direvisi.

Namun, Arief belum bisa menyebut usulan Pertamina untuk revisi nilai tukar rupiah dalam RKAP 2018. "Ini kan lagi proses revisi. Belum tahu angkanya, makanya kami lagi diskusi sama Kementerian BUMN," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×