kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.823   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.322   41,40   0,50%
  • KOMPAS100 1.169   5,71   0,49%
  • LQ45 843   5,44   0,65%
  • ISSI 297   2,30   0,78%
  • IDX30 446   4,50   1,02%
  • IDXHIDIV20 535   5,84   1,10%
  • IDX80 130   0,54   0,41%
  • IDXV30 146   2,84   1,99%
  • IDXQ30 144   1,31   0,92%

Samasindo Optimistis Kinerja 2026 Akan Lebih Moncer


Rabu, 25 Februari 2026 / 15:35 WIB
Samasindo Optimistis Kinerja 2026 Akan Lebih Moncer
ILUSTRASI. PT Sawit Mas Indonesia (Samasindo) (Dok/PT Sawit Mas Indonesia (Samasindo) )


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sawit Mas Indonesia (Samasindo) optimistis kinerja penjualan pada 2026 akan lebih moncer dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan membidik pertumbuhan penjualan crude palm oil (CPO) seiring masih solidnya permintaan domestik.

Direktur PT Sawit Mas Indonesia Cheny Canliarta mengatakan, tahun depan menjadi momentum untuk memaksimalkan kapasitas produksi yang sudah terpasang. “Tahun 2026 kami lebih optimistis. Kami berharap penjualan CPO dapat tumbuh lebih baik dibandingkan 2025,” kata Cheny dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Samasindo menargetkan tingkat utilisasi pabrik bisa mencapai 90%–95% pada semester I-2026. Saat ini, kapasitas terpasang perseroan mencapai 60 ton per jam.

Baca Juga: Samasindo Optimistis Kapasitas Produksi Bisa Tembus 80% di 2025

Menurut Cheny, optimisme tersebut ditopang oleh permintaan CPO dalam negeri yang tetap terjaga. Meski harga CPO berfluktuasi, serapan pasar domestik dinilai masih stabil, terutama dari sektor pangan.

Sekitar 90% penjualan Samasindo diserap pasar dalam negeri, mayoritas oleh produsen minyak goreng. “Permintaan tidak berkurang. Harga memang naik turun, tetapi tren konsumsi domestik cenderung meningkat,” jelasnya.

Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) turut mengonfirmasi tren tersebut. Sepanjang Januari–Oktober 2025, konsumsi CPO domestik mencapai 20,69 juta ton, naik sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 19,64 juta ton.

Baca Juga: Pengusaha Sawit Nilai Aturan DHE 100% Berisiko Tekan Harga CPO dan Daya Saing Ekspor

Dari total konsumsi tersebut, sektor biodiesel menyerap 10,61 juta ton, disusul sektor pangan 8,20 juta ton dan oleokimia 1,87 juta ton.

Adapun ekspor produk sawit Indonesia pada Januari–Oktober 2025 tercatat 27,69 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar 24,84 juta ton.

Sebagai informasi, Sawit Mas Indonesia yang berdiri pada Desember 2024 bergerak di perdagangan CPO. Perusahaan membeli tandan buah segar (TBS) dari petani untuk kemudian diolah menjadi CPO.

Selanjutnya: Lowongan Kerja Indomaret Group 2026: Rekrutmen MDP dan IT bagi Lulusan S1

Menarik Dibaca: Jelang Lebaran, Ini Tips dari IKEA dalam Menata Rumah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×