kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 18.005   -15,00   -0,08%
  • IDX 5.944   27,46   0,46%
  • KOMPAS100 774   3,66   0,48%
  • LQ45 588   3,26   0,56%
  • ISSI 205   0,08   0,04%
  • IDX30 332   1,40   0,42%
  • IDXHIDIV20 410   1,76   0,43%
  • IDX80 88   0,47   0,54%
  • IDXV30 111   0,63   0,57%
  • IDXQ30 107   0,48   0,45%

Sambangi Kementerian BUMN, Ahok terima SK pengangkatan sebagai Komut Pertamina


Senin, 25 November 2019 / 11:08 WIB
ILUSTRASI. Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah) menghadiri upacara pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendatangi Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara pada Senin pagi (25/11) guna menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Komisaris Utama Pertamina.

"Hari ini (terima SK), Saya diminta datang," ungkap Ahok kepada awak media. Lebih jauh Ahok mengharapkan dukungan doa dari masyarakat atas tugas baru yang ia emban.

Baca Juga: Paranoia Karena Ahok

Ia juga meminta masyarakat turut menginformasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan Pertamina terlebih karena tugas utamanya sebagai pengawas.

Sementara itu, ketika ditanyai soal penolakan dari Serikat Pekerja Pertamina, Ahok mengungkapkan hal tersebut karena Serikat Pekerja belum mengenal dirinya. "Ya dia nggak kenal Saya kan," ujar Ahok.

Menanggapi keharusan mundur dari partai politik sebagai salah satu syarat, Ahok memastikan dirinya akan mengikuti semua aturan yang ada. "Ikuti aturan saja," ujar Ahok.

Baca Juga: Pengamat: Ahok adalah upaya Jokowi berperang melawan mafia migas

Selain itu, Ahok masih enggan mengomentari sejumlah persoalan yang menghinggapi sektor migas seperti impor migas yang berkali-kali disinyalir sebagai penyebab melebarnya Current Account Deficit.

"Saya hanya duduk bantu awasi jadi masyarakat bisa lihat perkembangan bagaimana hasil kerja kita, di lapangan seperti apa hasilnya. Ada kerjasama tim," tandas Ahok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×