Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarimelati Kencana Tbk (PZAA) melihat industri food & beverage (F&B) di Indonesia masih menyimpan potensi pasar yang besar, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat.
Meski demikian, PZAA mencermati bahwa pemulihan daya beli masyarakat belum sepenuhnya membaik dan masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha.
Corporate Secretary & Investor Relations PT Sarimelati Kencana Tbk, Andromeda, mengatakan bahwa Perseroan saat ini menempatkan fokus utama pada upaya menjaga kinerja bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Strategi tersebut dilakukan melalui penguatan fundamental perusahaan, inovasi produk, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
“Perseroan akan tetap bersikap selektif dan terukur dalam melakukan ekspansi dan diversifikasi,” ujar Andromeda dalam keterangan resmi Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Strategi PZZA Kerja Pertumbuhan Kinerja pada Tahun 2026
Ia menambahkan, kinerja Sarimelati Kencana menunjukkan perbaikan signifikan sepanjang tahun 2025. Setelah mencatatkan rugi pada 2024, PZAA berhasil membalikkan kinerja menjadi laba pada 2025. Manajemen pun optimistis tren positif tersebut akan berlanjut pada 2026.
Sebagaimana diketahui, PZAA mampu meraup laba bersih sebesar Rp15,91 miliar per kuartal III/2025, berbalik dari kondisi rugi periode yang sama tahun sebelumnya Rp96,71 miliar.
Berdasarkan Laporan Keuangan, perolehan laba PZZA ini sejalan dengan peningkatan penjualan 11,17% secara tahunan (year on year/yoy) per kuartal III-2025, menjadi Rp2,26 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,03 triliun.
Adapun pada segmen makanan PZZA menyumbang penjualan sebesar Rp2,13 triliun, naik 12,14% yoy. Sementara, segmen usaha minuman mencapai Rp128,7 miliar, menyusut 2,71% yoy.
“Pencapaian kami di tahun 2025 telah membuktikan bahwa Perseroan mampu melakukan turn around, dan kami optimistis kinerja positif ini akan berlanjut di tahun 2026,” jelasnya.
Baca Juga: Sarimelati Kencana (PZZA) Optimistis Penjualan Naik Dua Digit Tahun Ini
Dari sisi belanja modal, PZAA menyiapkan alokasi capex 2026 yang difokuskan pada peremajaan dan modernisasi outlet agar tetap terlihat fresh dan relevan dengan tren konsumen.
Selain itu, dana capex juga akan diarahkan untuk pengembangan teknologi guna menunjang efisiensi dan efektivitas operasional outlet.
Sepanjang 2026, strategi Perseroan akan difokuskan pada penguatan sistem operasional melalui implementasi teknologi, inovasi produk, serta kolaborasi dengan pihak eksternal. Langkah ini diyakini akan memberikan nilai tambah yang lebih kuat bagi pelanggan.
“Kami memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi bahwa penjualan dan profitabilitas Perseroan pada tahun 2026 akan meningkat secara signifikan dibandingkan tahun 2025,” pungkas Andromeda.
Selanjutnya: Dinilai Masih Murah, Saham Astra Otoparts (AUTO) Diproyeksi Tembus Rp 3.200
Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 8-21 Januari 2026, Hemat Awal Tahun!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












