kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Satelit Merah Putih Dua Sukses Diluncurkan dari Florida, AS


Kamis, 22 Februari 2024 / 04:28 WIB
Satelit Merah Putih Dua Sukses Diluncurkan dari Florida, AS
ILUSTRASI. Peluncuran roket berisi Satelit Merah Putih 2 milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) bersama anak usahanya, Telkomsat, di Cape Canaveral, Florida, AS pada Selasa (20/2) atau Rabu (21/2) pukul 03.11 WIB.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Telkomsat, sukses meluncurkan satelit Merah Putih Dua dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (20/2/2024) pukul 15.11 waktu setempat atau Rabu (21/2/2024) pukul 03.11 Waktu Indonesia Barat.

Melansir Infopublik.id, Direktur Utama (Dirut) Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, proses peluncuran satelit Merah Putih Dua berjalan lancar. 

"Itu merupakan milestone penting bagi TelkomGroup khususnya dalam mendukung terwujudnya pemerataan akses konektivitas di seluruh Indonesia bahkan di daerah 3T. Keberadaan Satelit Merah Putih Dua ini juga menjadi fondasi yang memperkuat portofolio bisnis satelit TelkomGroup yang dijalankan Telkomsat,” ujarnya.

Ririek menjelaskan, Satelit Merah Putih Dua merupakan satelit ke-11 sekaligus satelit pertama TelkomGroup yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) atau yang juga dikenal dengan broadband satelit.

Satelit itu diluncurkan dengan roket Falcon 9 besutan SpaceX, perusahaan pembuat pesawat antariksa asal AS, dan akan menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur (113 BT).

Dengan kapasitas hingga 32 gigabyte per second (Gbps), satelit milik Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini membawa transponder aktif frekuensi C-band dan Ku-band, yang akan menjangkau seluruh area Indonesia.

Baca Juga: Telkom (TLKM) Gelontorkan Rp 3,5 Triliun untuk Bangun Satelit Merah Putih 2

“Sebagai negara di kawasan khatulistiwa yang memiliki curah hujan tinggi, satelit itu diharapkan dapat menjadi satelit HTS atau broadband satellite paling andal (reliable) di Indonesia. Hal itu dikarenakan kombinasi kedua frekuensi yang dimiliki di mana frekuensi C-Band adalah frekuensi yang memiliki performa paling baik terhadap curah hujan,” tuturnya.

Lebih lanjut Ririek menjelaskan, satelit itu menggunakan platform Spacebus 4000B2 dengan usia desain 15 tahun buatan Thales Alenia Space, sebagai kontraktor utama yang bertanggung jawab atas desain, konstruksi, pengujian, dan pengiriman satelit ke lokasi peluncuran.

Perusahaan manufaktur satelit kenamaan Perancis tersebut juga bertanggung jawab terhadap fase launch and early orbit phase (LEOP), yaitu fase awal satelit selepas dari roket peluncur hingga mencapai slot orbit yang diinginkan di 113 BT dan pada fase in-orbit tests (IOT), yaitu fase pengujian performa satelit saat sudah berada di slot orbitnya.

“Thales Alenia Space akan memberikan dukungan penuh terhadap sistem pengendalian satelit dari stasiun pengendali (ground control) sekaligus melatih Telkomsat agar siap dalam mengoperasikan broadband satelit itu sepanjang usia satelit,” ungkap dia.

Baca Juga: Kehadiran Satelit Merah Putih 2 Bakal Perkuat Telkom (TLKM) di Segmen Korporasi

Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono, menambahkan, setidaknya ada tiga misi yang ingin dibawa Satelit Merah Putih Dua.

Yakni meningkatkan ketahanan infrastuktur digital nasional untuk mendukung pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia, mengamankan dan mempertahankan slot orbit Indonesia di 113 BT, dan memperkuat portofolio bisnis satelit melalui peningkatan kapasitas internal dari 10 Gbps (Satelit Telkom 3S dan Satelit Merah Putih) menjadi 42.4 Gbps. 

Catatan saja, satelit Merah Putih Dua ditargetkan beroperasi pada April 2024 dan akan dimanfaatkan untuk membantu pemerataan digital di Indonesia melalui penyediaan layanan backhaul berbasis satelit, mengembangkan bisnis maritim di Indonesia, dan mendukung kedaulatan data dengan mengurangi kebergantungan kapasitas satelit asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×