kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.742   74,00   0,42%
  • IDX 6.113   18,50   0,30%
  • KOMPAS100 805   0,34   0,04%
  • LQ45 616   -0,85   -0,14%
  • ISSI 215   0,83   0,39%
  • IDX30 352   0,06   0,02%
  • IDXHIDIV20 435   -3,81   -0,87%
  • IDX80 93   0,07   0,07%
  • IDXV30 121   -0,42   -0,35%
  • IDXQ30 114   -1,14   -0,99%

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Tripatra Rampungkan Revamping Pabrik Amonia


Selasa, 17 Februari 2026 / 21:16 WIB
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Tripatra Rampungkan Revamping Pabrik Amonia
ILUSTRASI. PT Tripatra Engineers and Constructors (Tripatra) (DOK/Tripatra)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tripatra Engineers and Constructors (Tripatra) mendukung PT Pupuk Kalimantan Timur  merampungkan proyek peremajaan Revamping Ammonia Pabrik-2. Program ini bagian revitalisasi industri pupuk nasional yang dijalankan Pupuk Indonesia Group.

Proyek ini menjadi tonggak penting karena merupakan revamping pabrik amonia pertama di Indonesia yang dilakukan pada fasilitas yang masih beroperasi aktif, dengan tingkat kompleksitas teknis yang tinggi. Pabrik tersebut merupakan unit amonia tertua di Indonesia yang beroperasi sejak 1984 dan menjadi salah satu tulang punggung produksi Pupuk Kaltim untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

Presiden Direktur dan CEO Tripatra, Raymond Naldi Rasfuldi menyampaikan, keterlibatan ini merupakan komitmen  mendukung revitalisasi industri pupuk nasional guna memperkuat ketahanan pangan.

"Melalui solusi rekayasa terintegrasi yang meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi karbon, kami turut berkontribusi pada agenda pemerintah menuju target net zero emissions 2060," kata Raymond, dalam keterangan resmi, Senin (16/2).

Baca Juga: Pupuk Indonesia Perkuat Ekosistem Inovasi Pertanian Melalui FertInnovation Challenge

Revamping ini  untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menurunkan konsumsi gas. Hasilnya, efisiensi energi meningkat melalui penurunan konsumsi gas hingga 4 MMBtu per ton amonia. Atau lebih dari10% dibandingkan kondisi sebelumnya.

Proyek ini diproyeksikan mampu menekan emisi karbon sekitar 110.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun. Sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi pupuk sehingga pasokan nasional tetap terjaga.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menegaskan proyek tersebut merupakan langkah strategis dalam transformasi industri pupuk nasional. Revamping Ammonia Pabrik-2 untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan.,

"Sehingga proses produksi menjadi lebih hemat energi, rendah emisi, dan berdaya saing. Proyek ini juga dikerjakan oleh kontraktor lokal dengan melibatkan tenaga kerja dalam negeri,” jelasnya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×