kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Sawit Jadi Jembatan Baru Kerja Sama Indonesia–Pakistan


Minggu, 11 Januari 2026 / 19:45 WIB
Sawit Jadi Jembatan Baru Kerja Sama Indonesia–Pakistan
ILUSTRASI. Gapki Optimistis Ekspor Sawit ke AS Tak Tergerus Kebijakan Bebas Bea Masuk Trump (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyelenggarakan The Indonesia Palm Oil Networking Reception.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral pasca Kunjungan Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Islamabad pada Desember 2025.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Pakistan Chandra W. Sukotjo memaparkan bahwa hubungan bilateral Indonesia–Pakistan kini memasuki fase baru yang lebih strategis dan berorientasi ke masa depan. Hal tersebut sejalan dengan hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan.

Baca Juga: Kejar Pertumbuhan 10%, Depo Bangunan Gaspol Ekspansi Gerai di 2026

Sukotjo menegaskan, industri kelapa sawit merupakan salah satu pilar utama hubungan ekonomi kedua negara. Indonesia berkomitmen mendorong kemakmuran bersama serta hubungan perdagangan yang lebih berimbang, termasuk melalui peningkatan impor dari Pakistan dan penjajakan penciptaan nilai tambah di luar perdagangan yang bersifat transaksional.

Karachi, sebagai pusat ekonomi dan pelabuhan utama Pakistan, dinilai sebagai mitra alami bagi Indonesia dalam memperluas jangkauan ekonomi di kawasan Asia Selatan.

“Pertemuan ini menjadi wadah untuk mengakui kemitraan yang telah terjalin, memperkuat kepercayaan, serta menjajaki peluang baru menuju kerja sama ekonomi yang lebih terstruktur dan berorientasi masa depan,” ujar Chandra dalam keterangan resmi, Minggu (11/1/2026).

Sementara itu, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyampaikan bahwa GAPKI berperan sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya KJRI Karachi dan Kementerian Perdagangan RI, dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Pakistan. Salah satu peran utama GAPKI adalah menyediakan informasi yang akurat dan transparan terkait praktik industri kelapa sawit Indonesia.

Baca Juga: Menimbang Prospek Kinerja Industri Kaca pada 2026, Ini Sorotan dari Pelaku Usaha

GAPKI juga memastikan Indonesia tetap menjadi pemasok minyak sawit yang stabil, bertanggung jawab, dan andal bagi pasar Pakistan, yang merupakan salah satu importir minyak sawit terbesar di dunia.

Bersama para mitra di Pakistan, GAPKI akan memfasilitasi kontrak dagang langsung antara produsen Indonesia dan pembeli Pakistan guna menjamin ketersediaan pasokan minyak sawit bagi kebutuhan pangan dan industri.

Selain itu, kerja sama teknis di bidang refinery dan pengolahan minyak sawit juga akan terus didorong.

Di sisi lain, GAPKI berfungsi sebagai wadah aspirasi pelaku usaha kelapa sawit untuk memberikan masukan kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, dalam perumusan kebijakan ekspor yang mendukung daya saing produk sawit Indonesia di pasar global, termasuk Pakistan.

Hubungan dagang Indonesia–Pakistan sendiri telah terjalin erat selama puluhan tahun. Kebutuhan minyak sawit Pakistan sebagian besar dipenuhi dari Indonesia.

Dari sekitar 150 negara tujuan ekspor minyak sawit Indonesia, Pakistan saat ini menempati peringkat ketiga terbesar.

Baca Juga: Mandatori B40 Tekan Impor Solar 2025 Jadi 5 Juta Ton

Berdasarkan data Oil World 2025, nilai ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Lonjakan terbesar terjadi pada 2024, dengan total ekspor yang menembus lebih dari 3 juta ton.

Sebagai bentuk konkret penguatan kerja sama, dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan tiga dokumen kesepakatan penting, yakni Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan Komisi Perdagangan Bersama Indonesia–Pakistan, MoU kerja sama antara GAPKI dan Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA), serta MoU dengan Pakistan Vegetable Manufacturers Association (PVMA).

Selanjutnya: Kejar Pertumbuhan 10%, Depo Bangunan Gaspol Ekspansi Gerai di 2026

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/1) Jabodetabek, Hujan Lebat di Daerah Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×