kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Sawit Jadi Pilar Kemandirian Pangan dan Energi, UMKM Didorong Perkuat Hilirisasi


Sabtu, 25 April 2026 / 15:50 WIB
Sawit Jadi Pilar Kemandirian Pangan dan Energi, UMKM Didorong Perkuat Hilirisasi
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit (KONTAN/Baihaki). Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas penopang utama kemandirian pangan dan energi nasional.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas penopang utama kemandirian pangan dan energi nasional.

Komoditas ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi terbarukan, tetapi juga menjadi bahan baku berbagai produk pangan dan turunan bernilai tambah tinggi yang menopang ekonomi domestik.

Direktur AKPY STIPER, Sri Gunawan, mengatakan bahwa sawit memiliki spektrum manfaat yang luas dari hulu hingga hilir. 

"Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang tidak hanya menjadi sumber energi, tetapi juga bahan pangan dan produk turunan bernilai tinggi," ujarnya dalam keterangan tertulis seperti dikutip Sabtu (25/4/2026). 

Baca Juga: BPDP Tegaskan Biodiesel Sawit Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional

Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap agribisnis sawit, terutama dalam melihat peluang pengembangan usaha yang mendukung kemandirian pangan dan energi.

Dari sisi ketahanan pangan, sawit berperan sebagai bahan baku utama berbagai produk pangan olahan (oleofood). Pengembangan produk turunan berbasis sawit membuka peluang diversifikasi pangan sekaligus memperkuat pasokan dalam negeri. 

Di sisi lain, hilirisasi sawit mendorong lahirnya inovasi produk yang meningkatkan nilai tambah dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

Sementara itu, dalam konteks ketahanan energi, sawit menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang strategis. Pemanfaatannya dalam produk energi berbasis bio turut mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Pengembangan sektor ini juga menciptakan ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari produksi bahan baku hingga pengolahan menjadi energi siap pakai.

Baca Juga: Apkasindo Dorong Biomassa Sawit Jadi Energi Alternatif

Upaya memperkuat peran sawit dalam pangan dan energi juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha. 

Penguatan keterampilan, inovasi produk, hingga digitalisasi pemasaran menjadi kunci agar UMKM sawit mampu bersaing sekaligus berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. 

Selain itu, penguatan kelembagaan dan jejaring bisnis dinilai penting untuk memperluas akses pasar dan permodalan.

Kontribusi sawit terhadap ketahanan pangan dan energi juga dinilai tidak terlepas dari pengelolaan yang berkelanjutan.

Dengan tata kelola yang baik, sawit dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga aspek lingkungan, sehingga memperkuat posisinya sebagai komoditas strategis nasional.

Di sisi lain, penguatan ekosistem sawit turut didorong melalui kolaborasi lintas sektor.

Keterlibatan UMKM, koperasi, perguruan tinggi, pemerintah, perusahaan, hingga lembaga riset dinilai mampu mempercepat transfer teknologi, memperluas pasar, dan menciptakan inovasi baru berbasis sawit.

Kepala Divisi Kemasyarakatan dan UKMK BPDP, Helmi Muhansah, menegaskan bahwa pelaku UMKM memiliki peran penting tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari narasi besar industri sawit. 

Baca Juga: Kompor Listrik dan EV Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

“Ketika UMKM merasakan langsung manfaat ekonomi dari sawit, mereka akan menjadi bagian dari narasi positif industri ini,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan promosi industri sawit kini tidak lagi bersifat top-down, melainkan melibatkan pelaku usaha secara langsung. 

Dengan pengalaman nyata dalam mengembangkan produk pangan, energi, dan turunan sawit lainnya, pelaku UMKM diharapkan mampu menjadi duta yang menyampaikan kontribusi positif sawit kepada masyarakat.

Adapun penguatan peran sawit tersebut dibahas dalam Workshop dan Conference UMKM Sawit Jogja 2026 yang digelar AKPY STIPER dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Yogyakarta.

Kegiatan ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, siswa, hingga pelaku UMKM. 

Baca Juga: Sawit Jadi Bahan Avtur, Apkasindo Optimistis Tidak Perlu Perluasan Lahan Baru

Rangkaian acara mencakup diskusi kebijakan dan strategi hilirisasi, pelatihan teknis pengolahan produk pangan, energi, oleokimia, serta pemasaran digital, hingga expo dan sesi networking untuk memperluas jejaring bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×