kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Presdir baru Freeport janji tidak pakai militer


Kamis, 22 Januari 2015 / 13:02 WIB
ILUSTRASI. Mengenal lebih dekat apa itu tren thrifting yang kini tengah jadi budaya dan gaya hidup baru dalam hal berbusana. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

JAKARTA. Meskipin berlatar belakang tentara dan mantan Wakil Kepala BIN, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Direktur Maaruf Syamsuddin tidak akan menggunakan pendekatan tentara dalam memimpin Freeport. Demikian pula, ketika menangani berbagai masalah dengan para pekerja.

Dia mengatakan akan menggunakan pendekatan yang manusiawi dan hubungan kekeluargaan dalam menyelesaikan segala macam masalah. "Saya jamin tidak akan memakai pendekatan tentara," kata dia dalam jumpa pers, Kamis (22/1).

Dia mencontohkan, saat meredam pemogokan massal di Freeport pada Desember 2013 lalu. Maaruf tidak menggunakan fasilitas yang diberikan negara untuk mengahadapi para pekerja yang saat itu sudah timbul korban. "Saya malah terjun langsung, bicara dengan manajemen Freeport dan pekerja di sana, semua kekeluargaan, dalam waktu tiga minggu mereka bisa kembali bekerja," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×