kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sebaiknya impor gula tidak dilakukan dalam waktu dekat


Selasa, 17 Agustus 2010 / 19:50 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Industri gula nasional menolak keran impor gula dibuka dalam waktu dekat ini. Pasalnya, impor tersebut ditengarai akan memukul harga tebu dari petani maupun pabrik gula.

“Jika impor yang dipaksakan sekarang maka dikhawatirkan juga bisa menimbulkan sentimen negatif di pasar berupa jatuhnya harga gula lokal,” kata Adig Suwandi, Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI di Jakarta, Selasa (17/8).

Menurut Adig, keputusan impor sebaiknya dikeluarkan pemerintah tanpa merugikan petani maupun konsumen.

Asal tahu saja, belakangan ini pemerintah santer membincangkan impor gula untuk mengisi kekosongan pasokan saat belum memasuki musim giling. Keputusan impor itu diambil lantaran faktor cuaca kemarau yang basah ini mempengaruhi rendemen gula. Selain itu, produksi gula tahun ini memang sudah diperkirakan lebih rendah dari tahun lalu

Adig usul, impor dilakukan saat pabrik gula sedang idle. Tujuannya, agar raw sugar yang diimpor bisa langsung diolah di pabrik gula bersama gula dari petani. “Impor sebaiknya dilakukan untuk mengisi posisi idle capacity,” kata Adig.

Saat ini, pasokan gula memadai hingga Lebaran nanti. Bila impor gula ini direalisasikan, Adig menghitung, untuk menyangga kebutuhan 3 bulan menjelang pelaksanaan musim giling 2011.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×