kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sebanyak 250 ribu pelanggan PLN sudah gunakan meteran digital


Jumat, 11 September 2020 / 15:02 WIB
ILUSTRASI. Warga mememriksa meteran kebutuhan listrik di rumah susun Petamburan, Jakarta, Jumat (7/8/2020). Pemerintah memproyeksikan realisasi subsidi listrik bakal membengkak dari yang sudah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 20


Reporter: Filemon Agung | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan digitalisasi meter listrik pelanggan terus dilakukan demi memperbaiki sistem catat meter.

Vice President Public Relations PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri  mengungkapkan hingga saat ini Automatic Meter Reading (AMR) telah digunakan oleh sekitar 250 ribu pelanggan.

"Hingga saat ini terdapat 250 ribu pelanggan yang menggunakan AMR. Saat ini, penyambungan baru untuk pelanggan mulai daya 33kVA pun sudah diharuskan menggunakan AMR," ujar Arsya kepada Kontan.co.id, Kamis (10/9).

Baca Juga: Kementerian ESDM dorong pemda susun rencana umum ketenagalistrikan daerah

Sebelumnya, tim investigasi lonjakan tagihan listrik yang terdiri dari Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menemukan fakta bahwa proses manual pada catat meter PLN beresiko tinggi untuk human error dan manipulasi.

Kemenko Marves pun mendesak PLN untuk memulai konversi meter listrik pelanggan demi mengurangi kesalahan catat meter.

Di sisi lain, Arsya mengungkapkan pihaknya terus berupaya merampungkan segala proses aduan yang masuk terkait tagihan pelanggan.

Baca Juga: Pengamat BUMN menilai tak semua BUMN akan kerjakan staf ahli

"Jumlah pengaduan, khususnya terkait tagihan sudah mulai mengalami penurunan sejak bulan Juli, begitu juga di bulan Agustus," tandas Arsya.

Selanjutnya: PLN jamin pasokan listrik aman saat PSBB diterapkan lagi di DKI Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×