kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sebanyak 6,29 juta ton CPO Indonesia bersertifikat RSPO di 2017


Rabu, 18 April 2018 / 20:37 WIB
ILUSTRASI. Pabrik kelapa sawit


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada 2017, sebanyak 6,29 juta ton crude palm oil (CPO) di Indonesia sudah mendapatkan sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Tiur Rumondang, Country Director RSPO mengatakan, dari total produksi CPO Indonesia, baru 18% yang sudah mendapatkan sertifikat RSPO. "Masih jauh sekali dari total produksi, tetapi itu adalah 54% dari global supply," ujar Tiur, Selasa (17/4).

Berdasarkan data RSPO, hingga Desember 2017 terdapat 11,62 juta ton produksi CPO global yang sudah mendapatkan sertifikat RSPO. Artinya 19% CPO dari total produksi CPO global sudah bersertfikat RSPO.

Sementara, luas area yang sudah mendapatkan sertifikat RSPO sebanyak 3,3 juta hektare di mana lebih dari 50% atau sekitar 1,69 juta hektar berada di Indonesia.

Tiur mengaku belum bisa memperkirakan berapa banyak produksi yang akan mendapatkan sertifikat RSPO tahun ini. Menurutnya, angka ini baru bisa dilihat di tahun mendatang. "Kalau perkiraan tahun ini belum tahu karena kita hitung per periode 12 bulan, jadi angkanya baru didapat tahun depan," ujar Tiur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×