kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Sebelum ada corona, jaringan hotel The Jayakarta sudah rugi besar


Senin, 11 Mei 2020 / 06:15 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pudjiadi and Sons Tbk, pemilik jaringan Hotel The Jayakarta, dibayangi pembengkakan kerugian. Pasalnya, sebelum ada pandemi korona (Covid-19) yang meruntuhkan bisnis perhotelan, emiten berkode saham PNSE ini juga sudah mencatatkan kerugian yang semakin besar.

Pada kuartal I 2020, PNSE menderita rugi bersih Rp 16,56 miliar, meningkat 84,4% year on year (yoy). 

Sejatinya, pada periode tersebut PNSE mampu meningkatkan perolehan pendapatan, yakni sebesar Rp 36,98 miliar, naik tipis dari setahun sebelumnya Rp 36,27 miliar.

Direktur PT Pudjiadi and Sons Tbk, Ariyo Tejo mengungkapkan, peningkatan rugi bersih akibat tidak efektifnya peningkatan pendapatan. Unit hotel yang mencatatkan kenaikan pendapatan hanya memberikan margin tipis. "Sedangkan hotel yang memiliki margin keuntungan besar mengalami penurunan pendapatan," ujar dia, Kamis (6/5).

Kini, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat virus corona menyebabkan kunjungan ke jaringan hotel The Jayakarta anjlok. Namun PNSE juga tidak bisa berbuat banyak. "Fokus kami menjaga likuiditas saja, belum diversifikasi," kata Ariyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×