Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking) menargetkan dapat mengelola lebih banyak lokasi parkir, yakni bertumbuh 10% dari capaian hingga saat ini.
Deputy Managing Director Secure Parking Indonesia, Queenta Sylvia mengatakan, saat ini Secure Parking mengelola sekitar 1.700 lokasi parkir yang telah bertransformasi digital di seluruh Indonesia, mencakup berbagai properti termasuk pusat perbelanjaan, kawasan perkantoran, rumah sakit, serta fasilitas publik lainnya.
Target menambah 10% dari titik lokasi saat ini, diikuti dengan optimalisasi teknologi dan digitalisasi yang dilakukan perusahaan.
Tahun ini, kata Queenta, Secure Parking mulai memasuki fase penguatan implementasi layanan parkir digital.
Baca Juga: BNI Gelar Safari Ramadan 2026, Salurkan 80 Ribu Paket Pangan dan Santunan
"Bukan sekadar menghadirkan inovasi, tetapi kami memastikan sistem yang sudah berjalan dapat memberikan pengalaman layanan yang semakin stabil dan konsisten bagi pengguna,” jelas Queenta dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Langkah ini dilakukan lantaran Secure Parking mencermati perubahan perilaku pengguna seiring perkembangan teknologi digital dan penggunaan smartphone.
Deputy General Manager Business Development Regional Secure Parking Indonesia, Hendri menjelaskan, transformasi layanan parkir juga berkaitan dengan pembaruan dalam proses operasional yang mendukung layanan lebih efisien dan transparan.
“Digitalisasi kami jalankan untuk memperkuat ketertiban proses, memastikan transaksi tercatat dengan jelas, dan pada saat yang sama meningkatkan kenyamanan bagi pengguna,” kata Hendri, dalam kesempatan yang sama.
Melalui sistem digital terintegrasi, proses masuk dan keluar kendaraan dapat tercatat secara otomatis. Sementara, pembayaran parkir kini dapat dilakukan melalui berbagai metode non-tunai, mulai dari kartu elektronik hingga platform pembayaran digital.
Secure Parking mengembangkan sistem operasional berbasis teknologi yang berevolusi dari Epsilon Parking System (EPS) menuju pengembangan sistem terbaru, eNOS.
Sistem ini memungkinkan kendaraan dikenali secara otomatis menggunakan teknologi License Plate Recognition (LPR). Sementara, proses pembayaran parkir dapat dilakukan melalui telepon genggam maupun perangkat pembayaran digital yang tersedia di area parkir.
Sistem operasional tersebut, lanjut Hendri, juga diperkuat dengan berbagai perangkat pendukung, termasuk pembayaran berbasis QR serta teknologi Flap Lock yang memungkinkan proses pembayaran dilakukan secara mandiri tanpa transaksi manual di pintu keluar.
“Tujuan utamanya sederhana, membuat pengalaman parkir menjadi lebih cepat, lebih praktis, dan lebih transparan bagi pengguna,” ujar Hendri.
Saat ini, teknologi eNOS telah diterapkan di sejumlah lokasi di Jakarta, termasuk Plaza Indonesia dan PIK Avenue, serta mulai diperluas ke beberapa kota lain di Indonesia.
Baca Juga: BNI Perkuat Sinergi dengan Merchant lewat BNI wondrful Iftar 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













