Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Secure Parking Indonesia (Secure Parking) memastikan keamanan sistem parkir menjelang periode mudik Lebaran 2026.
Seiring peningkatan volume kendaraan yang melintas selama arus mudik, permintaan parkir juga dinilai akan bertumbuh.
General Manager Business Development Secure Parking Sofian Tjandra mengatakan, pihaknya melakukan antisipasi penguatan sistem terutama di wilayah yang akan menerima lonjakan trafik, seperti di Jawa dan Sumatra.
"Jadi, semua sistem parkir terutama di kedua target wilayah tersebut kami optimalkan untuk berfungsi dengan baik," kata Sofian dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Potensi Meningkatnya Jumlah PHK di Industri Kretek Terdampak Aturan Baru
Sementara itu, Secure Parking juga bersiap akan penurunan permintaan parkir di Jakarta dan sekitarnya pada periode mudik Lebaran 2026.
Salah satu upaya Secure Parking mengoptimalkan sistemnya adalah dengan teknologi eNos yang baru meluncur pada Oktober 2025. Teknologi ini memungkinkan pelanggan untuk melakukan transaksi melalui aplikasi di smartphone.
Dengan begitu, pengendara hanya perlu menyalakan smartphone dan membuka aplikasi untuk masuk ke tempat parkir, tanpa perlu membuka jendela.
"Teknologi kami memanfaatkan cara kerja sistem melalui kamera dengan artificial intelligence (AI). Saat kendaraan datang, mobil yang telah terdaftar di aplikasi akan terverifikasi oleh sistem kami," jelas Deputy General Manager Business Development Regional Secure Parking Indonesia, Hendri, dalam kesempatan yang sama.
Saat ini, teknologi tersebut telah diterapkan di beberapa lokasi. Di Jakarta ada 4 titik, yakni Head Office Secure Parking, Plaza Indonesia, PIK Avenue, dan Secure Park PIK. Di luar Jakarta, teknologi ini telah ada di Balikpapan dan Solo.
Baca Juga: Keseimbangan Industri dan Alam, Strategi Konservasi SMGR di Bulu Sipong
Terkait ekspansi, Secure Parking menargetkan pertumbuhan titik operasional sebesar 10% pada tahun 2026.
Oleh karena itu, Sofian menambahkan, perusahaan tidak akan sepenuhnya menggantikan sumber daya manusia dengan teknologi meskipun tahun ini berfokus pada penguatan sistem digital.
"Kami akan mendistribusikan pekerja ke lokasi-lokasi baru, sehingga penguatan teknologi tidak akan mengganggu penyerapan tenaga kerja," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













