kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45932,69   4,34   0.47%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sejak WFH berlaku, penjualan BBM Pertamina Turun 16% tapi LPG naik


Senin, 06 April 2020 / 14:20 WIB
Sejak WFH berlaku, penjualan BBM Pertamina Turun 16% tapi LPG naik
Vice President Corcomm Pertamina Fajriyah Usman


Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Penurunan konsumsi Bahan Bakar Minyak PT Pertamina tak bisa dihindarkan. Hal ini karena mobilitas masyarakat terbatas atas tragedi meluasnya wabah corona ke berbagai daerah sehingga orang tak berani keluar rumah. Meski menurun Pertamina tetap menjaga pasokan BBM agar tetap aman.

Menurut Fajriyah Usman Vice President Corporate Communication Pertamina mengatakan pasokan nasional untuk produk jenis gasoline yakni Premium, Pertalite, dan Pertamax berada pada level aman di atas 22 hari, bahkan pasokan produk Pertamax Turbo mencapai 42 hari dan Minyak Tanah mencapai 89 hari. 

Baca Juga: Tambah impor minyak, Pertamina jamin pasokan BBM

Adapun produk jenis gasoil yakni Solar dan Dexlite dapat memenuhi ketersediaan di atas 24 hari. Bahkan, pasokan untuk produk Pertamina Dex secara nasional mencapai 53 hari.

"Kami tetap menjaga stok BBM nasional di atas 22 hari meski selama masa aktifitas bekerja dari rumah (work from home), terjadi penurunan konsumsi harian BBM sebesar 16% menjadi 113 juta liter dari rata rata komsumsi normal harian sebesar 134 juta liter," ungkap Fajriyah dalam siaran pers, akhir pekan lalu.

Asal tahu saja, WFH berlaku sejak 16 Maret 2020 dan data penjualan BBM Pertamina itu terhitung sejak 16 Maret 2020 sampai 3 April 2020.

Seiring dengan kondisi tersebut, Pertamina juga memastikan ketersediaan LPG tetap memadai untuk mendukung aktivitas rumah tangga yang cenderung meningkat. Pasokan LPG secara nasional saat ini berada di level 16 hari.

Peningkatan konsumsi LPG terjadi di sektor LPG untuk rumah tangga. LPG Subsidi 3 kg mengalami kenaikan konsumsi harian hampir 1% menjadi 22.117 metrik ton dari konsumsi normal sebesar 21.927 metrik ton.  

Baca Juga: Pertamina akan pangkas 25 anak usaha untuk memperkuat efisiensi

"Kami terus memonitor peningkatan kebutuhan LPG Subsidi 3 kg. Walaupun terdapat kuota yang telah diatur oleh regulator, namun penyesuaian dengan permintaan penambahan fakultatif dari masing-masing pemerintah daerah dapat diberikan di wilayah yang memang memerlukan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," tegas Fajriyah.

Yang menarik, ternyata banyak konsumen yang beralih ke LPG non subsidi khusus untuk rumah tangga seperti produk Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg. Terbukti dari adanya peningkatan konsumsi hingga mencapai 9% dalam 3 minggu terakhir.  

Hal ini tidak terlepas dari upaya Pertamina untuk meningkatkan pelayanan, diantaranya promo diskon dan pelayanan antar (Pertamina Delivery Service) melalui pemesanan LPG ke Call Center Pertamina 135.

Baca Juga: Ada imbauan #DiRumahAja, Pertamina tambah pasokan LPG 3 Kg di Jabodetabek

“Seluruh operasional perusahaan dari hulu, pengolahan hingga hilir tetap berjalan normal dengan pengaturan personil yang ketat sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19. Dalam situasi darurat ini, kami akan tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah untuk Stay Safe at Home,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×