kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Sejumlah emiten BUMN farmasi lakukan natural hedging menghalau pelemahan rupiah


Senin, 02 Maret 2020 / 17:52 WIB
ILUSTRASI. logo pt Phapros tbk PEHA


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

Selain PEHA, PT Indofarma Tbk (INAF) juga melakukan natural hedging untuk mengatasi kenaikan bahan baku pasca-wabah virus corona melemahkan rupiah dalam sepekan terakhir. 

Direktur Keuangan Indofarma Herry Triyatno sejauh ini INAF mengacu pada nilai tukar yang telah diatur dalam RKAP yakni Rp 14.400 per dolar AS. "So far, acuan kami masih tetap," ujarnya. 

Baca Juga: Kemenkeu pastikan ruang fiskal tersedia untuk tangani virus corona

Upaya mengurangi risiko fluktuasi mata uang asing, Indofarma membeli mata uang asing yang cukup untuk pembelian produk impor. Herry bilang semua hasil proceed ekspor Indofarma maintain tetap dalam valas. 

Selain itu, Indofarma juga melakukan pemantauan mata uang asing yang intensif serta perencanaan waktu pembelian yang tepat. 

Herry menjelaskan Indofarma menggunakan acuan forecast rolling sales and operation untuk mendapatkan angka pembelian bahan baku dan estimasi revenue yang lebih presisi.

Baca Juga: Dengarkan keluhan manufaktur soal bahan baku, pemerintah setuju beri kemudahan impor

Herry mengungkapkan,  bahan baku farmasi dan bahan penolong sebagian besar diimpor. Sedangkan bahan kemas semuanya lokal. "Untuk bahan baku saat ini masih diupayakan dari sumber lain.  Sementara ini untuk harga jual, discount kami kurangi," jelas Herry. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×